LANGIT7.ID, Jakarta - Memilih sekolah untuk anak usia dini pada masa pandemi Covid-19 harus selektif. Orang tua harus mengenal sistem sekolah seperti apa selama pandemi, kualitas SDM, fasilitas sekolah, kebersihan sekolah termasuk ruangan, kamar mandi, dan juga
playgroup-nya.
Orang tua harus memahami kalau pendidikan anak usia dini sangat penting. Anak harus diberikan pendidikan terbaik. Sebab, anak di usia itu sedang memiliki
golden age. Otak mereka benar-benar mudah menyerap ilmu apapun.
Tak bisa dipungkiri, sekolah pada masa pandemi Covid-19 menerapkan pembelajaran dalam jaringan (daring/
online). Sudah pasti sekolah dan guru harus terbiasa memberikan pembelajaran secara
online. Begitu pula pendidikan harus handal dalam menggunakan aplikasi pendukung
synchronous dan
asynchronous.
Islamic Montessori Enthusiast & Educator, Tasniem Fauzia Rais, menjelaskan,
synchronous adalah pertemuan tatap muka langsung, yakni sistem dua arah dalam waktu bersamaan, misal dengan
Zoom dan
Google Meet.
Sementara,
asynchronous adalah pertemuan tidak langsung, yakni materi disampaikan lewat video yang sudah direkam melalui kamera video, dan juga sudah diedit. Jadi, bisa diulang-ulang oleh si anak.
Hal itu penting diperhatikan oleh setiap orang tua sebelum memilih sekolah. Sekolah yang dipilih mesti memiliki program handal dan variatif, yakni tatap muka online model
synchronous dan
asynchronous. Tentu, kelas daring itu harus efektif dan menyenangkan. Ini harus digarisbawahi agar kelas tidak membosankan.
"Sistem daring ini juga tidak boleh membebani anak, misalnya anak Zoom dari pagi sampai siang tanpa henti, karena kasihan anak, bukannya
enjoy tapi malah bosan. Karena usia mereka masih sangat dini untuk
Zoom lebih dari 1,5 jam," kata Tasniem Rais, dikutip kanal
YouTube-nya, Rabu (9/2/2022).
Jika anak tengah bosan, maka materi apapun yang diberikan sudah pasti tidak bisa diserap. Jadi, harus memadukan sistem
synchronous dan
asynchronous. Sekolah harus memiliki variasi yang bagus di sistem penyampaian materi.
Sistem
synchronous sebenarnya sangat penting untuk dilakukan anak anda setiap hari. Ini supaya anak bisa bangun pagi, shalat, mandi, sarapan, pakaian rapi, dan peraturan lain yang baik dilakukan setiap hari.
Tentu, orang tua juga harus mengecek bagaimana guru menyampaikan pelajaran dan permainan selama di Zoom. Misal, seperti apa ekspresi guru. Begitu pula, materi online juga harus menarik dan berkualitas. Satu room Zoom tidak disarankan terdiri dari banyak anak-anak. Ini agar pembelajaran lebih efektif.
"Membuat anak untuk bisa
stay di depan
Zoom juga bukan perkara yang mudah. Tapi saya yakin, kalau guru menyenangkan dan tidak membosankan, si anak juga akan
enjoy, dengan sistem daring itu," ucapnya.
Begitu pula, sekolah mesti memiliki sistem
asynchronous itu. Jadi kelas tidak hanya tatap muka langsung melalui
Zoom saja. Tapi ada materi pembelajaran yang direkam dengan kualitas bagus. Video itu akan semakin bagus jika dilengkapi dengan
art & craft,
sensory games,
montessori activities, dan
story telling.
"Video-video itu juga tidak boleh membosankan. Tidak kalah penting adalah ekspresi guru. Ketika menjelaskan materi ke video, guru harus tersenyum dengan aura positif, memasukkan humor, cerita, memotivasi, sehingga anak akan menikmati materi yang ditonton," ucap Tasniem Rais.
Tapi tak sampai di situ saja. Sekolah harus menyediakan peralatan dan lesson kits yang akan dipakai anak untuk setiap pembelajaran, baik
synchronous atau
asynchronous. Jadi, pastikan betul-betul fasilitas disediakan oleh pihak sekolah.
Akan lebih baik lagi jika sekolah mempunyai jadwal tatap muka dengan protokol kesehatan ketat. Bisa dengan sistem private class atau
one on one dengan durasi 45 menit. Sistem ini bisa dilakukan 3 kali seminggu tergantung SDM di sekolah memungkinakn atau tidak.
"Kalau dilakukan, ini bagus
banget, karena anak akan semangat dan tidak selamanya belajar dari rumah. Begitu juga kalau ada makanan yang disediakan di sekolah, supaya nutrisi terjaga di sekolah," kata Tasniem Rais.
(jqf)