LANGIT7.ID - Ketenangan dan ketentraman hidup berasal dari dalam diri sendiri. Ini sejalan dengan ajaran Islam yang memberikan ketenangan dan kedamaian dalam jiwa.
Ada banyak ayat dalam Al-Qur'an yang mengisyaratkan hal tersebut. Seperti dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28 yang berbicara tentang nafsu muthmainnah. Seseorang akan merasakan kebahagiaan dan ketentraman jiwa saat mengingat Allah.
"Dalam hidup ini, kita sering merasa gelisah dan gundah akan persoalan hidup yang tengah kita alami. Al-Qur'an bisa menjadi obat dari rasa gelisah dan gundah yang kita alami," kata Dai kondang Ustadz Adi Hidayat (UAH) dalam salah satu tausiahnya, dikutip kanal Akhyar V, Jumat (11/2/2022).
Salah satu surat dalam Al-Qur'an yang bisa memberikan ketenangan hati dan ketentraman jiwa adalah Surah Ad-Duha. Surah tersebut memberikan jaminan ketentraman, ketenangan, sekaligus solusi dalam setiap persoalan hidup yang dialami seseorang.
Surat itu memberikan ketenangan pada hati, ketentraman dalam jiwa, kelapangan dada, dan pelajaran dasar kepada umat Islam. Pelajaran penting dari ayat itu, Allah tidak mungkin memberikan beban ujian kehidupan di luar batas kesanggupan manusia.
"Pelajaran yang bisa diambil dari Surat Ad-Duha ini yaitu yakinlah pada diri kita dalam keadaan apapun, baik suka maupun duka, bahwa Allah pasti akan menolong kita. Allah pasti mengentaskan kesulitan kita. Dengan itu, hati kita akan lapang dan minimal secara psikologis kita bisa merasakan ketentraman dan ketenangan dalam jiwa," ucap UAH.
UAH lalu menjelaskan dua kunci ketenangan hidup yang dianjurkan dalam Islam. Pertama, mengingat Allah Ta'ala. Selalu mengingat Allah merupakan cara paling dasar bagi umat Islam agar hati merasa tentram dan damai.
Hal ini sejalan dengan Surah Ar-Ra'd ayat 28, "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah Ta'ala, ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram."
Dalam Al-Qur'an, mengingat Allah Ta'ala bisa diartikan sebagai dzikir. Artinya, dengan berdzikir seseorang mengingat kebesaran serta nikmat yang telah diberikan Allah. Sehingga, dzikir itu mendatangkan ketentraman dalam hati.
Kedua, bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah Ta'ala. Ini juga cara mudah untuk mendapatkan ketenangan hati dan pikiran. Hati tak gundah kala tetangga mendapat nikmat, ikut tersenyum dan mendoakan kebaikan untuknya.
(jqf)