LANGIT7.ID, Jakarta - Perkembangan industri home casting atau siaran dari rumah dan siaran berskala kecil kian berkembang di Tanah Air saat ini. Selain karena pandemi, bermunculannya industri siaran dari rumah ini juga disebabkan oleh perkembangan teknologi yang semakin mudah dijangkau masyarakat secara luas.
Menanggapi hal itu, Pengajar Ilmu Komunikasi Universtias Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad mengatakan perusahaan media massa dan pers nasional harus bisa lebih adaptif, kreatif dan inovatif agar tetap menjadi media arus utama di masa depan. Untuk tetap bisa menjaga eksistensinya, media massa perlu melakukan berbagai inovasi dalam memproduksi konten yang menarik dan berkualitas.
Baca juga: Film sebagai Media Dakwah dan Bisnis"Selanjutnya, inovasi dalam publikasi atau penyebaran konten melalui beragam jenis platform komunikasi baru yang digunakan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat," ujarnya seperti dikutip dari laman ugm.ac.id, Jumat (11/2).
Menurutnya, penyebaran konten ini dapat dilakukan dengan beragam model kolaborasi dan jenis platform komunikasi baru. Sehingga konten yang dihasilkan dan dipublikasikan tidak sekadar untuk memperoleh pendapatan sumber iklan semata, tapi juga mencerahkan dan mencerdaskan kehidupan masyarakat.
Nyarwi mengatakan, upaya organisasi media massa dalam merespons tantangan, akan menentukan eksistensinya di masa depan. "Jika berhasil, posisi dan peran media sebagai pilar keempat demokrasi masih bisa kita andalkan. Sebaliknya, jika gagal, posisi dan peran media sebagai pilar keempat demokrasi makin terancam dan bisa tenggelam," jelasnya.
Baca juga: Film sebagai Media Dakwah dan BisnisDia menambahkan, tidak sedikit perusahaan media massa besar di seluruh dunia yang tutup akibat tidak mampu bertahan terhadap perubahan arus pembaca media cetak yang beralih ke portal media online. Untuk itu, pengembangan secara kolektif dalam mengawal posisi dan peran media massa sebagai pilar keempat demokrasi menjadi penting dilakukan.
"Semangat kolektif ini diperlukan agar organisasi media memiliki ketangguhan dalam mengawal beragam suara, agenda dan kepentingan publik secara lebih maksimal. Masing-masing organisasi media perlu memiliki dan mengembangkan semangat kolektif dalam merespons rezim algoritma media sosial yang saat ini makin mengkolonisasi dan menghegemoni kehidupan publik," imbuhnya.
Baca juga:
Media Online Harus Tetap Mempertimbangkan Konten yang BerkualitasKasus Covid-19 Melonjak, Forum Pemred Imbau Perbanyak Acara Virtual(asf)