LANGIT7.ID, Jakarta - Allah Swt menurunkan wahyu kepada para Rasul-nya agar disampaikan kepada umat manusia sebagai petunjuk menjalani kehidupan. Wahyu turun kepada Nabi dan Rasul melalui dua metode, yakni dengan perantara dan tanpa perantara.
Allah menurunkan kepada para utusannya di muka bumi berdasar metode pertama adalah dengan melalui perantara malaikat Jibril. Dengan cara inilah sebagian besar ayat-ayat Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.
Dikutip 'Pengantar Studi Ilmu Al-Qur'an' karya Syaikh Manna Al Qaththan, ada dua cara penyampaian wahyu oleh malaikat kepada rasul. Pertama, datang dengan suatu suara seperti lonceng yang amat kuat sehingga mampu mempengaruhi kesadaran. Cara inilah yang paling berat bagi Rasul.
Baca Juga: Hakikat Rindu Menurut Imam Al GhazaliApabila wahyu yang turun kepada Rasulullah dengan cara ini, biasanya beliau mengumpulkan segala kekuatan dan kesadarannya untuk menerima, menghafal, dan memahaminya, Terkadang suara itu datang seperti kepakan sayap-sayap malaikat.
Kedua, malaikat menjelma sebaga seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah. Cara ini lebih ringan dari cara sebelumnya karena adanya kesesuaian antara pembicara dengan pendengar.
Adapun cara Allah menurunkan wahyu tanpa perantara malaikat adalah melalui mimpi yang benar di dalam tidur. Aisyah radhiallahuanha berkata, "Sesungguhnya apa yang mula-mula terjadi pada Rasulullah adalah mimpi yang benar di dalam tidur. Beliau tidaklah melihat mimpi kecuali mimpi itu datang bagaikan terangnya pagi hari."
Baca Juga: Khutbah Jumat tentang Kejujuran Sebagai Moral UniversalKondisi semacam ini pada dasarnya sebagai persiapan bagi Rasulullah untuk menerima wahyu dalam keadaan sadar, tidak tidur. Di dalam Al-Qur'an banyak wahyu diturunkan ketika Rasulullah dalam keadaan sadar, tidak tidur.
Kedua, Allah menyampaikan wahyu melalui tabir seperti yang dialami Nabi Musa. Sebagaimana diterangkan Al-Qur'an dalam Surat An Nisa ayat 164, "Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung."
Baca Juga: Selain Nabi dan Rasul, Berikut Makhluk Allah Penerima Wahyu(zhd)