LANGIT7.ID - , Jakarta - Setelah berhasil membuat film Animasi Pasoa dan Sang Pemberani, SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus serius menggarap film lain. Film animasi pertama buatan guru dan siswa angkatan pertama di sekolah tersebut menjadi portofolio SMK RUS Kudus.
Proses pengerjaan film ini memakan waktu hampir setahun, antara tahun 2015 sampai 2016. Pada tahun 2016 pun masih bekerjasama dengan Brown Bag Film Bali dan MSV Studio Film.
Baca juga: Rintis Program Keahlian Animasi dengan Mentor dari Jepang dan DisneySetelah punya cukup portofolio, pihak sekolah sejak tahun 2017 berjalan sendiri. Order dari klien untuk menggarap konten animasi pun mulai berdatangan. Ada dari CoCa Cola, Daihatsu, Toyota, sub-sub film animasi. Rata-rata order yang datang dari perusahaan adalah untuk sarana promosi.
Selain itu, pesanan animasi juga datang dari Singapura, yakni Changi Air Port, kemudian dari Malaysia, dan Hongkong. Pada tahun 2020 lalu, SMK RUS Kudus juga mendapat pesanan dari Mola TV dan Djarum Foundation.
Film animasi terakhir garapan SMK RUS Kudus yaitu Sabda Alam merupakan pesanan dari Burung Indonesia, Flight (Yayasan Terbang Indonesia) dan Rangkong Indonesia. Sekuel film animasi ini ada di kanal Youtube RUS Animation dan sudah di tonton lebih dari 3 juta kali.
Dibanding dengan film pertama, dalam film Sabda Alam kemajuan animasi dan efeknya sangat terlihat. Bila digambarkan, kualitas animasinya sama dengan karakter burung Macaw yang ada di film Angry Bird The Movie 2. Hanya saja, di film Sabda Alam, burung yang ditampilkan adalah kakaktua jambul kuning dan rangkong
Kepala RUS Animation Studio Rico Andriansyah menyebut, film Sabda Alam ini yang paling viral, dibandingkan lainnya. Ia juga mengatakan, tantangan terbesar dalam proses pengerjaannya adalah deadline dari klien. Sehingga proyek yang banyak dikerjakan oleh siswa ini, memaksa mereka pulang hingga pukul 23.00.
“Kita harus mengerjakan proyek, (siswa) pulangnya malam-malam. Ada sedikit pertentangan, problematika pasti ada. Daerah sini dekat pondok pesantren. Ada anak-anak kita, karena dari luar kota, juga di pondok pesantren. Itu sempat jadi masalah karena pola kita pendidikan industri,” tuturnya.
Baca juga: SMA HelloMotion, Sekolah Animasi Berbasis Creative ThinkingDi SMK RUS Kudus, khususnya di kelas X, siswa akan mendapat pelajaran basic animasi. Kemudian, di kelas XI dibuka rekrutmen untuk kelas industri. Siswa yang berhasil masuk kelas industri, tugas yang diberikan berasal dari permintaan klien.
Meski begitu, hasil dari kelas industri ini berbuah positif. Siswa pun jadi memiliki portofolio, seperti film Sabda Alam. Alhasil, mereka pun menjadi rebutan untuk industri animasi di Indonesia setelah lulus.
“Sampai tengah malam, kadang tidak tidur karena klien berjaga. Harus menunggu revisi, dan menunggu aproval. Portofolio yang mereka buat bagus, full production, itu yang memenangkan mereka,” cerita Rico.
Film Sabda alam sendiri diproduksi seluruhnya oleh SMK RUS. Sedangkan untuk aransemen musik sebagai pengiring film dikerjakan pemusik profesional oleh Tohpati, Eva Celia, Fadly Padi, Mytha Lestari, Mario Ginanjar, dan Leisha K.
Rico menambahkan, untuk ide cerita film animasi datang dari pihak yang memberikan job. Sementara, untuk para siswa sendiri meski harus di-push tetap masih butuh pendampingan, karena juga minim akan literasi. Di kelas XI, mereka dipersilakan memilih keahlian tertentu animasi atau desain komunikasi visual.
Baca juga: Dukung Film Animasi Indonesia, Anies dan Istri Nobar NUSSA“Jika di kelas X belajar modeling sampai editing, tapi senang menulis, di kelas XI, boleh menjadi story writer. Kita memberikan semua pelajaran dari A sampai Z, bisa kolaborasi dengan tim. Dia harus punya minimal satu keahlian dan maksimal dua keahlian. Jadi setelah lulus dari sini, dia punya
qualified, “ bebernya.
Siswa yang masuk dalam kelas industri ini tidak mendapatkan gaji maupun honor. Akan tetapi, sekolah menyediakan beasiswa bagi siswa yang berprestasi di bidang animasi.
(est)