LANGIT7.ID, Jakarta - Mencintai Nabi Muhammad SAW merupakan amalan hati yang memiliki segudang keistimewaan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan, seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya.
Ketika hati selalu merindukan Rasulullah, maka kelak di akhirat akan dimasukkan ke surga bersama Rasulullah SAW. Cinta nabi juga menjadi pembimbing bagi hati menuju kebaikan. Hati selalu tertarik pada kebaikan.
Ulama asal Mesir, maulana Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Rusydi Sayyid Jabr Al-Hasani Hafizhahullah, mengatakan, cinta nabi menjadi kunci utama bagi seorang muslim agar selalu dalam jalan kebenaran.
"Cintai Nabi Muhammad. Dalam hatimu, jadikan Nabi Muhammad SAW sebagai yang paling utama dan lebih tinggi dari apapun. Cinta pada nabi yang akan menunjukkan pada segala kebaikan," kata Syaikh Yusri melalui kanal youtube
Sanad Media, dikutip Selasa (15/2/2022).
Syaikh Yusri memiliki pengalaman pribadi tekait hal ini. Ketika belum memperdalam ilmu agama, dia berhadapan dengan berbagai aliran sesat. Hatinya telah dipenuhi kecintaan kepada Rasulullah SAW, sehingga nalurinya mengarahkan dan membukakan mana aliran yang benar dan aliran yang sesat.
"Semua aliran tadi mendatangiku, dan yang melindungiku hanyalah cinta pada Nabi Muhammad. Dulu aku tidak punya pengetahuan, juga tidak hafal Al-Qur'an, juga belum masuk Al-Azhar. Tidak ada apapun," kata Syaikh Yusri.
Cinta nabi membimbing naluri Syaikh Yusri tidak menerima ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Meski ia membaca ribuan argumen aliran sesat, tapi hatinya tidak tergerak untuk mengikuti aliran itu.
"Semua perlindungan padaku ketika aku membacanya (aliran sesat) adalah aku cinta nabi. Ketika aku membacanya, tidak masuk ke dalam pikiranku. Kenapa begitu? Tidak tahu. Aku belum punya ilmu untuk membantah," ucap Syaikh Yusri.
Maka itu, kata dia, cinta nabi adalah penjaga dari segala hal. Cinta nabi dalam penyelamat. Suatu ketika Syaikh Yusri berangkat kuliah saat duduk di level ketiga Fakultas Kedokteran Al-Azhar. Ia berangkat pada 10 terakhir ramadhan.
Selama di perjalanan, hati Syaikh Yusri berbunga-bunga karena akan dekat dengan makam baginda nabi. Selama perjalanan ada kerinduan. Cinta tak terbendung. Namun, saat di dalam bus menuju Masjid Nabawi, seseorang berpenampilan layaknya tokoh agama bercerama.
Tokoh itu menyeru jamaah umrah agar tidak berniat berziarah kepada makam rasul, dengan alasan tidak dibenarkan secara syariah. Namun, hati Syaikh Yusri terlanjur berbunga-bunga. Meski mendengar tokoh agama itu, hatinya tetap rindu bertemu nabi di makamnya.
"Maka hendaklah engkau tanamkan cinta nabi dalam dirimu sampai mendalam. Sungguh saat itu jika duduk bersama Iblis, maka dia akan masuk Islam di hadapanmu atau Iblis menjauhmu. Sebab tidak akan tercampur antara cinta nabi dengan iblis dalam satu hati," ucap Syaikh Yusri.
Setelah pulang umrah, cinta nabi menggerakan hati Syaikh Yusri untuk belajar agama. Ia ingin memperdalam ilmu agama sebagai pengantar kepada Allah dan Rasul-Nya. Di sisi lain, ajaran agama juga bisa menjawab semua argumentasi aliran-aliran sesat.
"Kita akan tahu sesuatu itu sesat jika kita belajar agama. Maka didik anak-anakmu untuk cinta nabi, ahli bait, dan membaca Al-Qur'an. Tiga hal ini yang akan jadi pelindung, maka tidak akan terpengaruh apapun," ucapnya.
(jqf)