LANGIT7.ID, Jakarta - Dai dan ahli tafsir Al-Qur'an, Abi Amir Faishol Fath, menilai, bacaan Al-Qr'an memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Maka itu, setiap mendengar bacaan kitab suci tersebut, diperlukan kekhusyukan agar kekuatannya bisa meresap ke dalam jiwa.
Atas dasar itu, Abi Amir tidak membenarkan seseorang mendengarkan murotal sambil beraktivitas. Dia menyitir Surah Al-A'raf ayat 203. Dalam ayat tersebut, Allah Ta'ala memerintahkan hamba-Nya untuk fokus ketika dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an.
وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
"Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat."
Dia menegaskan, umat Islam perlu membedakan antara فَاسْتَمِعُوْا dengan فَاسْمعُوْا. Kalau فَاسْمعُوْا boleh mendengar sambil melakukan aktivitas lain. Tapi, kalau sudah فَاسْتَمِعُوْا maka hentikan semua kegiatan lalu fokus mendengar.
Makanya, dalam Mazhab fikih ketika orang menjadi makmun dalam shalat ia harus diam mendengar bacaan imam. Ini karena ada perintah وَاَنْصِتُوْا. Jadi tidak hanya perintah fokus mendengarkan, tapi ada perintah untuk diam ketika dibacakan Al-Qur'an.
"Ternyata Al-Qur'an itu ada pada kedua perintah tersebut yakni fokus mendengarkan dan diam tak berbicara sedikit pun. Itu yang menyebabkan ada orang menangis ketika membaca atau pun mendengarkan bacaan Al-Qur'an," ucap Abi Amir melalui kanal
Fath TV, dikutip Rabu (16/2/2022).
Kerap pula didapati orang menangis mendengarkan bacaan Al-Qur'an meski tak mengerti makna ayat yang dibaca. Itu bersumber dari kekuatan Al-Qur'an tersebut. Sebab, ada penjiwaan saat fokus medengar dan diam.
Setelah fokus mendengar dan diam, maka rahmat Allah akan turun. Misal, suatu hari Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Abdullah bin Mas'ud. Sahabat ini merupakan ahli qiraat. Rasulullah menerima wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril, tapi ketika ketemu dengan Ibnu Mas'ud, beliau fokus mendengarkan.
Saat Ibnu Mas'ud membacakan Al-Qur'an, Baginda Nabi Muhammad langsung tunduk sama sekali tidak bergerak. Ketika mendengar ayat tentang surga, beliau berdoa. Saat bertemu ayat tentang neraka, beliau meminta Ibnu Mas'ud berhenti sejenak karena tak kuat.
Ibnu Mas'ud mengatakan, "Aku melihat wajah Nabi SAW penuh dengan air mata."
(jqf)