LANGIT7.ID, Jakarta - Ustaz Syuhada Bahri adalah dai yang mencintai agama dan negara dengan jiwa raganya. Dai yang berjuang membesarkan dakwah, dakwah ilallah, dan dibesarkan oleh dakwah, bukan dai yang membesarkan dirinya sendiri.
Demikian, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, M. Fuad Nasar mengenang sosok Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) periode 2007-2015 itu. Fuad melihat almarhum sebagai ulama yang zuhud, tidak silau dengan materi dan popularitas.
"Beliau adalah sosok dai teladan di negara kita," kata Fuad yang hadir pada Malam Takziyah Allahyarham KH Syuhada Bahri secara virtual, Sabtu (19/02/2022) malam.
Baca Juga: Syuhada Bahri, Dai Pelosok yang Terkenal Sederhana Fuad mengatakan, sebagai dai yang pernah memperoleh bimbingan langsung dari mantan Perdana Menteri dan pendiri Dewan Dakwah Mohammad Natsir, banyak nilai yang bisa dipetik dari perjalanan hidup KH Syuhada Bahri sepanjang yang diamati dan dibaca dari sumber literatur yang ada.
"Ustaz Kiai Haji Syuhada Bahri mempraktikkan nilai-nilai yang diperoleh dari interaksinya dengan Mohammad Natsir yaitu keikhlasan, kesederhanaan, keseriusan, dan kebersamaan,” kata dia.
Fuad Nasar berharap Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia menggiatkan kaderisasi ulama dan dai. "Semoga patah tumbuh hilang berganti," tuturnya.
Saat Ustaz Syuhada Bahri memimpin Dewan Da'wah, dia mencanangkan pengkaderan dai melalui tiga program utama, yaitu kader ulama, kader cendekia, dan kader mubaligh. Dai yang dikader oleh Mohammad Natsir itu menguasai Fiqhud Dakwah dan mengerti medan dakwah.
Baca Juga: Ustaz Syuhada Bahri, Ulama Besar Gemar Blusukan dan Suka TraktirAlmarhum memiliki pengalaman lapangan yang luar biasa dalam kegiatan dakwah di daerah pedalaman, membimbing umat dan melatih dai. “Itu sejalan dengan tiga pilar dakwah yang dikembangkan Mohammad Natsir yaitu masjid, kampus, dan pesantren,” tuturnya.
Sesditjen mengutip buku “Pendiri dan Pemimpin Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia” editor Lukman Hakiem, ada pesan dari Ustadz Syuhada yang disampaikan kepada para aktivis dakwah, yaitu agar mereka menelaah konsep dakwah. Aktivis dakwah harus memahami arti dan makna dakwah, tujuan dakwah, langkah dan materi dakwah, serta mengorganisir gerakan dakwah.
Baca Juga: Jarang Diketahui, Ini 5 Masjid Karya Tangan Dingin Bung Karno“Dakwah adalah kewajiban seluruh umat Islam yang harus dilaksanakan dengan landasan keikhlasan dan bertujuan mencari keridhaan Allah. Dakwah adalah suatu amal yang bersifat bimbingan, bukan paksaan, dan bukan doktrin. Semua juru dakwah harus menyamakan tujuan dakwahnya agar gerak dakwah tertuju kepada satu titik yang sama. Dakwah memiliki nilai bina’ (membangun keimanan) dan nilai difa’ (membentengi keimanan),” kenang Fuad.
Ustadz Syuhada Bahri wafat pada Jumat (18/2/2022) pukul 04.00 WIB dan dimakamkan di TPU Pedurenan, Bekasi.
(zhd)