LANGIT7.ID, Jakarta - UNESCO menetapkan tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Bahasa ibu adalah bahasa pertama yang dikuasai manusia sejak lahir melalui interaksi dengan sesama anggota masyarakat bahasanya.
Mengenai bahasa ibu, ternyata Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad menggunakan bahasa ibu kaum Quraisy. Salah satu keunggulan bahasa ibu kaum Quraisy adalah perkembangannya yang sangat maju dibanding bahasa Arab dalam dialek lainnya.
Mengutip Syaikh Manna Al-Qaththan dalam "Pengantar Studi Ilmu Al-Qur'an" terbitan Pustaka Al-Kautsar, 2015, ia menjelaskan bahwa bangsa Arab mempunyai beragam dialek. Setiap kabilah mempunyai cara tutur tersendiri dalam berkomunikasi.
Baca Juga: Pernyataan Mike Tyson soal Islam Bikin Merinding, Begini Prosesnya HijrahNamun, kaum Quraisy memiliki berbagai faktor yang membuat sistem bahasa mereka unggul. Sistem bahasa kaum Quraisy dinilai yang paling mapan karena interaksinya dengan berbagai manusia dan kebudayaan sebagai penjaga Baitullah maupun dalam perdagangan.
Oleh karenanya, seluruh suku bangsa Arab menjadikan dialek Quraisy sebagai bahasa ‘internasional’, bahasa antarkabilah dan wilayah. Bahasa Quraisy menjadi bahasa persatuan bagi bangsa Arab.
“Wajarlah jika Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Quraisy, kepada Rasul yang Quraisy pula, untuk mempersatukan bangsa Arab dan mewujudkan kemukjizatan Al-Qur’an,” tulis Al-Qaththan.
Baca Juga: Jalin Ikatan dengan Bayi Anda Sejak Dini dengan Bahasa IsyaratSuku Quraisy terkenal sebagai suku yang berperadaban maju di antara suku-suku Arab yang lain. Salah satu indikator kemajuan peradaban Quraisy adalah berkualitasnya tradisi baca tulis di kalangan mereka, baik dalam bentuk sastra maupun perjanjian.
Nasri Akib dalam "Bahasa Quraisy Sebagai Bahasa Persatuan Timur Tengah”, Jurnal Al-Munzir 9.1 (2018): 97-112, mengungkapkan indikasi yang menunjukkan kemajuan tradisi baca tulis masyarakat Quraisy, antara lain adanya perjanjian ilaf yaitu perjanjian perdagangan secara berkala yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, yang diperoleh Bani Abd Manaf dari Kisra Persia, Kaisar Romawi, Najasyi, Abbesinia, dan Raja Yaman.
Kemudian, penggunaan kosakata, kaidah sintaksis dan morfologi dalam dialek ini pun sangat matang. Selain keistimewaan bahasa, suku Quraisy juga secara politik ekonomi sangat diuntungkan karena berdomisili di Makkah yang merupakan pusat peradaban Arab masa itu dengan adanya Ka’bah.
Baca Juga: Bakti Anak ke Ibu Berikan Limpahan Rezeki, Berikan Harta dan WaktuEksistensi dialek Quraisy selanjutnya semakin matang ketika Islam datang mengutus Rasul dari kalangan Quraisy sekaligus Al-Qur’an dan hadits-nya menggunakan bahasa tersebut. Bahasa Quraisy, tulis Nasri, dengan demikian menunjukkan keunggulan dan kerasionalannya dengan perannya dalam menentukan hukum syariat dalam Islam dengan dinobatkannya sebagai bahasa wahyu.
(zhd)