LANGIT7.ID - , Jakarta - Bahasa isyarat adalah salah satu cara seorang bayi berkomunikasi dengan orang tuanya. Mengajarkan bayi menggunakan tangannya untuk "berbicara" adalah yang penting untuk dapat berkomunikasi dengan ayah ibunya. Sehingga orang tua bisa mengetahui apa yang diinginkan sang buah hati.
Selain itu, mengajarkan anak bahasa isyarat juga bisa membentuk kedekatan antara orang tua dan bayi sejak dini. Namun, jika Anda orang tua baru, dan belum paham bagaimana pola pengajarannya, Anda bisa mencoba beberapa tips dari dokter spesialis anak dr Laura A. Jana yang dilansir dari
Times News, Senin, (21/2/2022), diantaranya:
Baca juga: Kenali Kulit Bayi, Mulai dari Vernix Caseosa hingga Pilih SkincareBersabarlah"Jika ingin mengajarkan bayi, mulailah saat bayi Anda berusia 6 atau 7 bulan," kata Laura.
Di usia ini mereka secara perlahan sudah mulai merespon apa yang disampaikan dan nantinya mereka mulai menggunakan apa yang Anda ajarkan di usia 8 atau 9 bulan. Meski begitu, tidak ada salahnya juga jika Anda memulai sejak dini mengajarkan bahasa isyarat pada bayi Anda.
Terus ajak anak berbicara Menurut dr Laura, ketika Anda memutuskan untuk mengajarkan bayi Anda belajar bahasa isyarat, lakukan dengan konsisten. Jangan lupa untuk tetap berbicara secara verbal pada bayi Anda.
"Selama isyarat tidak menggantikan berbicara, itu tidak akan menghalangi bayi Anda belajar berbicara dengan kata-kata dan juga tangan mereka." jelasnya.
Jadikan rutinitas Kebiasaan merupakan kunci keberhasilan. Karena itu ketika ingin pola pengajaran sukses, maka lakukan hal tersebut secara berulang. Buat anak terbiasa dengan menjadikan bahasa isyarat sebagai kebiasaan sehari-hari.
"Gunakan tanda atau isyarat yang sama setiap kali Anda menyampaikan sesuatu." kata penulis buku-buku parenting dan anak ini.
Misalnya menepukkan jari ke bibir untuk menunjuk maksud 'makan'. Atau bisa juga dengan menyatukan ujung jari kedua tangan untuk menunjukkan maksud 'lebih banyak'. Pastikan Anda konsisten dengan tanda-tanda yang diajarkan pada bayi Anda.
Tandai apa yang Anda lihatGunakan tanda untuk menggambarkan aktivitas rutin dan objek umum yang membentuk dunia bayi Anda saat itu terjadi.
Jangan bertele-teleAjarkan apa yang memang pantas diajarkan, jangan bertele-tele. Dan jangan khawatir jika bayi Anda belum memahami tanda-tanda dengan benar atau tidak segera memahaminya. Anda harus tekankan pada diri sendiri, tujuan dari mengajarkan bahasa isyarat ini adalah untuk mendapatkan kesenangan dalam berkomunikasi. Bukan menjadikan bayi Anda frustasi.
Baca juga: Bolehkah Ibu yang Positif COVID-19 Menyusui Bayi?Bagikan bahasa isyarat Pastikan untuk membagikan tanda-tanda yang sudah Anda ajarkan untuk bayi kepada orang rumah termasuk pengasuh bayi Anda. Sehingga semua orang dapat bergabung dan memahami percakapan begitu bayi Anda mulai memberi isyarat.
(est)