LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam harus mewaspadai
penyakit zhann yakni berburuk sangka kepada orang lain. Ada 6 dampak pikiran negatif tersebut terhadap diri kita.
Habib A Rahman Al Habsyi mengatakan, prasangka buruk tidak dibangun di atas tanda atau bukti yang cukup membuat munculnya tuduhan miring terhadap orang lain.
Penyakit hati ini disebut zhann. Tanpa disadari, buruk sangka ini tak hanya berakibat negatif pada orang lain, tapi juga pada mereka yang memiliki pikiran tersebut.
Baca Juga: KH Riyadh Rosyadi: Al-Qur'an, Self Healing Terbaik untuk Jiwa"Ada 6 bahaya buruk sangka. Salah satunya memicu dendam kesumat yang malah merusak diri kita," kata Habib A Rahman dalam keterangannya, Rabu (23/2/2022).
Dalam sebuah hadist dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berburuk sangka terhadap saudaranya maka sesungguhnya ia telah berburuk sangka terhadap Tuhannya.
Karena sesungguhnga Allah SWT telah berfirman: "Jauhilah oleh kalian akan kebanyakan berprasangka (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa." (Al-Hujurat: 12).
Baca Juga: Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal DuniaBerikut bahaya buruk sangka tersebut:
1. Berpotensi mengganggu jiwaMereka yang kerap berburuk sangka memiliki gangguan pada jiwanya. Hal ini tentu merusak mental, sehingga dapat menimbulkan dendam.
2. Merusak diriBerburuk sangka secara berlebihan hanya akan menimbulkan penyakit dendam kesumat yang pada akhirnya kalau dibiarkan akan merusak diri.
3. Membuat tidak produkitfPengalaman menunjukan bahwa berburuk sangka hanya membuat kita tidak produktif, malas, dan lebih sering menggunakan perasaan untuk membela diri yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.
4. Sulit bahagiaBuruk sangka ini membuat seseorang sulit bahagia, karena perasaan selalu diliputi oleh rasa dengki dan iri hati.
5. Bisa membuat sakitPenyakit hati memang seolah-olah tak berdampak pada gangguan kesehatan. Tapi lama kelamaan perasaan ini justru memicu berbagai penyakit fisik.
6. Sikap PengecutBerburuk sangka adalah sesuatu yang tidak ksatria dan cenderung melamahkan semangat hidup utuk berkompetisi sehingga akhirnya menimbulkan sikap pengecut di dalam diri kita.
(bal)