Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Seni Wayang di Gontor, Unjuk Kreativitas Santri Lestarikan Budaya

Muhajirin Kamis, 24 Februari 2022 - 13:00 WIB
Seni Wayang di Gontor, Unjuk Kreativitas Santri Lestarikan Budaya
Pementasan wayang orang berbahasa Arab oleh santri Pondok Modern Darussalam Gontor (foto: gontor tv)
LANGIT7.ID, Jakarta - Seni wayang menjadi salah satu instrumen dakwah yang digunakan Sunan Kalijaga untuk menyebarkan syiar Islam. Wayang sering disebut sebagai kesenian lintas zaman yang dilestarikan hingga kini.

Di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, kesenian wayang menjadi salah satu pementasan yang ditampilkan para santri.

Ada dua seni wayang digelar hampir secara rutin di Pondok Gontor. Wayang orang berbahasa Arab digelar setiap tahun dalam pentas seni santri Panggung Gembira, dan wayang kulit ulang tahun pondok tiap satu dekade.

Baca Juga: Menengok Dapur Rekaman Nasyid Gontor, Dakwah Santri Lewat Karya Seni

Nasab dakwah melalui budaya ini diwarisi Gontor secara turun temurun melalui para leluhurnya. Terkhusus dari Mbah Sulaiman Jamal, dari jalur mertuanya Mbah Kholifah bin Kyai Ageng Muhammad Besari. Mbah Ageng mewarisi budaya itu dari sang guru Mbah Yai Donopuro, Jetis. Mbah Donopuro mewarisinya dari Mbah Sumende Ragil dari Mbahnya Sunan Tembayat atau Adipati Pandanaran murid Sunan Kalijaga.

Pendidikan di Gontor memang dirancang dan dijalankan dengan metode modern, terkhusus pembentukan karakter lewat pementasan dan karya seni. Setiap tahun, Gontor memiliki banyak hajatan senin yang rutin digelar, di antaranya wayang orang menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Wayang orang ini sangat unik. Belasan santri berdandan menyerupai tokoh wayang. Mereka memperagakan tarian ala wayang diiringi instrumen gamelan. Hal tak kalah menarik lagi, meski menggunakan bahasa Inggris dan Arab, aktor wayang menggunakan logat Jawa.

Narasi dalam pementasan wayang orang terasa menggelitik. Bukan karena ceritanya, tapi saat bercakap dalam bahasa Inggris dan Arab dalam logat Jawa. Bisa dibilang, cara itu merupakan upaya menarik untuk melestarikan kesenian wayang.

Berbeda lagi dengan pementasan seni wayang kulit dalam setiap satu dekade ulang tahun Gontor. Pada 2016 lalu, Gontor mendatangkan Dalang Ki Anom Suroto dan Ki Bayu Aji Pamungkas dari Klaten untuk mementaskan Pagelaran Wayang Kulit.

Acara itu menunjukkan santri juga memiliki jiwa seni. Tentu, gelaran wayang kulit merupakan upaya untuk melestarikan salah satu budaya Nusantara tersebut. Dalam acara itu, Ki Anom Suroto dan Ki Bagus Pamungkas mengusung tema "Parikesit Menjadi Ratu" dan selingan dari Semar dan Bagong menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Ponorogo.

Upaya Gontor melestarikan wayang patut dicontoh. Wayang tak perlu dijadikan alat perpecahan, tapi mesti dipandang sebagai warisan budaya yang mempersatukan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.


(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)