LANGIT7.ID - , Jakarta - Transformasi digital merupakan adaptasi dari bisnis-bisnis
existing ke metode digital untuk meningkatkan performa lembaga itu sendiri. Dimasa yang akan datang diprediksi semua sektor telah beralih ke digital, termasuk kesehatan.
Praktisi Teknologi Informasi, Tony Seno Hartono mengatakan di masa depan perawatan kesehatan akan berbeda dengan saat ini. Ada tiga hal yang mendorong perbedaan itu yaitu perkembangan teknologi, perubahan perilaku konsumen, dan meningkatnya sistem kolaborasi.
Baca juga: Hubungi Hotline Ini untuk Dapatkan Layanan Telemedisin Kemenkes"Pertama, dari sisi perkembangan teknologi. Jadi teknologi ini sudah sedemikian berkembang dan adopsinya sudah merambah kedunia perawatan kesehatan," kata Tony dalam
sharing session bertajuk "Tranformasi Digital Menuju Smart Hospital", Kamis (24/2/2022).
Selanjutnya ada perubahan perilaku konsumen, terlebih di masa pandemi ini. Dimana orang takut untuk beraktivitas ke luar rumah, seperti ke rumah sakit, belanja, atau ajang sosial lainnya. Kemudian beralih dengan memanfaatkan teknologi sebagai penggantinya.
"Konsumen rumah sakit juga sama, mereka ingin berobat tetapi takut ke rumah sakit, maka kita menggunakan
telemedicine. Platform ini memungkinkan kita bisa berobat dari jarak jauh, melakukan konsultasi tanpa ketemu langsung dengan dokternya," tuturnya.
Perubahan perilaku konsumen ini, tambah Tony, merupakan salah satu komponen yang sangat penting. Karena dulu, tantangan terbesar penerapan teknologi adalah perilaku konsumen yang tidak bisa diubah. Saat ini, perilaku tersebut sudah berubah, sehingga mendorong rumah sakit untuk mengikutinya.
Baca juga: Pemerintah Percepat Vaksinasi hingga Telemedisin Hadapi Omicron"Ketiga, meningkatnya kolaborasi di semua pemangku kepentingan, di sektor kesehatan. Jadi nantinya rumah sakit itu tidak akan berdiri sendiri, melainkan dia harus berkolaborasi dengan berbagai pemegang kepentingan yang lain seperti mislanya asuransi, apotik dan lainnya," ujarnya.
Hal ini yang membuat interaksinya menjadi semakin kuat. Inilah yang membuat rumah sakit memerlukan suatu platform untuk
interoperabilitas atau suatu aplikasi yang bisa berinteraksi dengan aplikasi lainnya melalui suatu protokol yang disetujui bersama lewat bermacam-macam jalur komunikasi, tutup Tony.
(est)