Video Jadul Judika Viral, Bukti Perjuangan Meraih Mimpi Tidak Mudah
Dwitisya Rizky DesindatikaSelasa, 27 Juli 2021 - 07:10 WIB
Penyanyi solo asal Sumatera Utara Judika. Foto: istimewa
LANGIT7.ID, Jakarta - Tidak ada yang praktis dalam proses mengejar cita-cita, begitu juga yang dirasakan Judika, yang kini menjadi penyanyi solo papan atas Indonesia. Masyarakat mengetahui karier menyanyi pria asal Sumatera Utara itu dimulai dari Indonesian Idol 2005 silam tapi sebenarnya jatuh bangun menjadi penyanyi dimulai jauh sebelum itu.
Kemampuan menyanyi Judika sangat tidak diragukan. Bahkan pada 1998, di awal-awal Asia Bagus, Judika bernyanyi di depan seniornya AB Three dan Vina Panduwinata. Setelah penampilan, Vina memuji teknik menyanyi Judika yang menurutnya tidak ada kurang sama sekali. Sebagai senior, Vina juga memberi nasihat kepada Judika bahwa ada yang lebih penting bagi seorang penyanyi selain suara yang bagus.
"Dalam teknik saya tidak melihat banyak kekurangan, banyak lebihnya malah, tapi saya mau ingatkan Judika, kalau nyanyi tidak hanya teknik, tapi juga kedisiplinan yang nomor satu, kemudian banyak bertanya," tutur Vina dalam program Catatan AB Three 1998, dikutip dari kanal Youtube Ega Tetap Menunggu (8/8/2019).
Judika memiliki bakat bernyanyi sejak kecil dan banyak mengikuti ajang festival menyanyi junior internasional Asia, Asia Bagus. Lulus dari ajang tersebut, Judika tergabung dalam grup vokal Antero Boys yang dibentuk bersama peserta dari ajang tersebut.
Grup tersebut mengantarkan Judika dan teman-teman berprestasi di tingkat dunia dan menjuarai lomba yang ditayangkan televisi Rumania. Namun, melanglang buana di luar negeri dan berpretasi tingkat internasional tak menyertai kepopuleran grup vokal yang beranggotakan lima orang tersebut di negeri sendiri.
Saat berkarier di Indonesia, Antero Boys mencoba bertahan dengan mengamen dari bus ke bus. Bersama personel Antero Boys, Judika ingin mencoba menjadi pengamen bus.
"Kami kan sudah punya nama sebenarnya waktu itu. Cuma kita belum pernah ngerasain jadi pengamen gimana sih," kata Judika di acara Okay Bos dikutip dari kanal YouTube Trans7 Official, Ahad (17/5/2020).
"Akhirnya kita masuk ke satu bus, di Tanjung Priok tuh. Yuk kita coba deh ngerasain gimana nyanyi," tutur Judika.
Suami Duma Riris Silalahi itu mengatakan, raut wajah kenek bus berubah menjadi muram ketika ia dan teman-temannya mulai bernyanyi di dalam bus. "Ya gitu, ngamen tuh awalnya enggak disukai, tapi kita jalanin sebenarnya buat ngerasain apa yang mereka rasain," ungkapnya.
Selain mengamen, mereka juga menyanyi dari kafe ke kafe. Merasa karirnya mengalami naik turun dan tidak perkembangan pesat, menjalani karir solo pun akhirnya terpikirkan oleh Judika setelah 8 tahun bersama Antero Boys.
Sampai akhirnya Judika menyaksikan final Indonesian Idol musim pertama di tahun 2004. Dia kemudian termotivasi saat melihat Joy Tobing dan Delon menerima piala kemenangan dari ajang tersebut.
Setelah membulatkan keberanian, dia mencoba mendaftar audisi Indonesian Idol musim kedua pada 2005. "Gue pikir ya ada emosi juga dulu, ah coba deh. Coba dulu daftar. Gue ikutin tuh dari jam 7 pagi sampai jam 8 malam gue baru nyanyi," ungkapnya.
Karier Judika sebagai penyanyi solo benar-benar bersinar justru beberapa tahun setelah kemenangannya dari pencarian bakat bergengsi di Indonesia tersebut. Hingga kini Judika masih melahirkan karya-karya yang banyak digemari masyarakat Indonesia.
Lagu-lagunya selalu hits, suaranya yang khas membuatnya menjadi penyanyi yang mudah dikenali hanya dari suara. Pencapaian hebat lainnya adalah saat dirinya didapuk duduk di kursi juri Indonesian Idol tahun 2020, tempatnya mengawali mimpi yang sesungguhnya.
Perjalanan karir Judika menjadi cerminan tidak ada usaha yang menghianati hasil. Meskipun menurut kita, diri kita sudah yang terbaik bahkan di mata dunia, tetap saja harus bisa terus berinovasi dan mengembangkan diri agar bisa meraih mimpi yang lebih tinggi dan bermanfaat untuk banyak orang termausk keluarga.
Berikut video jadul Judika yang jauh dari kesan rock:
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”