LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin menyebut esensi utama Isra’ Mi’raj adalah terkait shalat lima waktu. Dia menegaskan bahwa shalat adalah ibadah yang paling utama.
Dia menjelaskan, perintah utama yang diterima Nabi Muhammad SAW secara langsung dari Allah Ta'ala adalah shalat lima waktu. Itu merupakan kewajiban yang menjadi tiang agama. Bukan cuma itu, shalat juga membawa ketenangan hati dan kelapangdadaan. Bahkan, banyak orang mencari ketenangan hati dengan banyak mengeluarkan biaya.
"Padahal untuk mencari ketenangan banyak orang yang harus mengeluarkan banyak biaya untuk mencari tempat-tempat yang dianggapnya bisa membawa ketenangan. Bahkan, tidak sedikit orang yang terpaksa mengonsumsi obat-obatan untuk mencari ketenangan," kata Ma'ruf Amin dalam peringatan Isra Mi'raj tingkat kenegaraan yang diadakan Kementerian Agama RI secara virtual, Senin (28/2/2022) malam.
Baca Juga: Peringatan Isra Miraj Kemenag, Buya Arrazy Ingatkan Ulama dan Umara
Shalat merupakan tiang agama, orang yang mendirikan shalat dianggap sebagai penegak agama. Sementara, orang yang meninggalkan shalat dianggap merusak agama. Shalat merupakan ibadah yang pertama kali akan dihisab di hari kiamat kelak.
"Apabila shalatnya dianggap baik, maka amal yang lain berpotensi akan lolos. Sebaliknya, jika shalatnya dianggap kurang baik, maka amal baik yang lain sangat berpotensi untuk tidak lolos," ucap Ma'ruf Amin.
Selain menjadi kantong pahala di akhirat kelak, maka shalat juga berdampak positif bagi manusia di dunia. Sudah menjadi aturan Allah Ta'ala, semua amal yang shaleh, baik yang berkaitan dengan ibadah maupun amalan kemasyarakatan lain yang
ijtima’iyyah, yakni memperoleh balasan di akhirat dan juga memperoleh balasan di dunia.
Hal itu tertuang dalam Surah An-Nahl ayat 97, "Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Selain itu, shalat juga bisa mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar. Dengan begitu, orang yang mendirikan shalat tapi tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia tidak semakin dekat dengan Allah, melainkan semakin jauh.
Maka dari itu, Ma'ruf Amin mengajak umat Islam untuk membangun generasi muttaqin, beriman kepada yang Allah dan Rasul-Nya serta mendirikan shalat. "Dan juga memiliki sifat-sifat yang lainnya dan jangan meninggalkan generasi
ghayy yaitu generasi yang mengabaikan shalat," pungkas Ma'ruf Amin.
(jqf)