Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 16 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Klaim Bebas Babi, Yakinkah Restoran AYCE Halal?

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 02 Maret 2022 - 19:06 WIB
Klaim Bebas Babi, Yakinkah Restoran AYCE Halal?
Ilustrasi restoran all you can eat. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Belakangan restoran all you can eat atau AYCE ramai diperbincangkan di jagat maya. Pasalnya, restoran yang mengusung konsep pengunjung bisa menikmati semua hidang menu ini diduga menyajikan bahan yang tidak halal dalam masakannya.

Restoran AYCE memang memberi kelebihan yang disukai konsumen Indonesia, termasuk keluarga Muslim. Cukup membayar dengan harga tertentu, pengunjung bebas mengonsumsi semua menu yang tersaji.

Umumnya, jenis restoran yang mengadopsi menu masakan dari Jepang ini menyajikan aneka daging, seafood, beserta olahannya. Namun, sayangnya pilihan restoran AYCE dengan sertifikat halal MUI belum banyak, khususnya di Indonesia.

Baca juga: Hadir di Senopati, Restoran Ayam Korea dengan Konsep Luar Angkasa

Namun begitu, ada restoran AYCE yang mengklaim produknya tidak mengandung babi, dengan mengusung taabikgline "No Pork No Lard" atau bebas babi dan lemaknya. Tapi dengan klaim tersebut apakah lantas kehalalan restoran tersebut dapat terjamin?

Menurut Direktur Utama LPPOM MUI, Muti Arintawati, bahan halal yang melewati proses dalam pengolahannya perlu ditelusuri kehalalannya.

“Bahan halal yang mengalami proses pengolahan pasti telah dicampurkan dengan bahan tambahan dan bahan penolong lainnya. Bahan inilah yang perlu ditelusuri kehalalannya. Namun, saat ini sudah banyak olahan seafood yang memiliki sertifikat halal MUI,” terang Muti Arintawati, seperti dilansir dari laman LPPOM MUI, Rabu (2/3/2022).

Sementara daging sapi dan ayam, selain produk olahan seperti seafood, titik kritisnya ada pada proses penyembelihan. Hewan harus dapat dipastikan disembelih sesuai syariat Islam. Selain itu, proses penyimpanan dan distribusi daging harus terpisah dari bahan yang diharamkan.

“Masakan Jepang banyak menggunakan daging. Ini yang kritis. Umumnya di Indonesia menggunakan daging ayam dan sapi. Tapi kalau di negara asalnya, ada peluang ketiga, yaitu daging babi. Kita harus tahu cara penyembelihan daging ayam dan sapi ini sesuai syariah Islam atau tidak,” ujar Muti menekankan.

Selain bahan utama daging-dagingan tadi, konsumen Muslim perlu juga menyoroti bumbu yang dipakai dalam olahan masakan. Biasanya, karena mayoritas restoran AYCE mengadopsi masakan dari luar negeri, maka kemungkinan besar penggunaan bahan bumbu dikirim dari negara asal. Nah, ini menjadi titik kritis yang sering kali tidak disadari oleh konsumen.

Baca juga: Ini 7 Restoran Halal di Kuala Lumpur yang Bikin Ketagihan

Seperti diketahui, cita rasa masakan Jepang identik dengan penggunaan sake dan mirin. Keduanya termasuk dalam golongan khamr. Selain karena mengandung alkohol yang tinggi, tujuan diproduksinya sake dan mirin adalah untuk minuman beralkohol.

“Karena itu, dalam masakan meskipun penggunaanya hanya sedikit, satu tetes sekalipun, maka tetap saja tidak halal. Karena khamr itu haram dan najis,” kata Muti.

Penting bagi konsumen untuk bersikap kritis terhadap segala sesuatu yang akan dikonsumsi atau digunakan. Utamanya bagi konsumen muslim, halal dan haram menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 16 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)