LANGIT7.ID - , Jakarta - Komentar miring mengenai melahirkan kerap kali ditujukan bagi seorang ibu yang baru melahirkan. Tak hanya itu, pola asuh anak dan perubahan fisk pun menjadi bahan orang sekitar menghakimi wanita yang baru melahirkan.
Celaan, tindakan merendahkan, atau menghakimi itu termasuk dalam kategori
mom shaming. Dimana perilaku ini mampu melukai hati seorang ibu yang berujung pada stres hingga depresi.
Baca juga: Nathalie Holscher Ungkap Alasan Melahirkan dengan Metode ERACSPsikolog, Grace Eugenia Sameve, M.A, M.Psi, mengatakan bahwa faktanya, pelaku
mom shaming justru berasal dari lingkungan terdekat, baiknya dilakukan secara sengaja atau tidak.
Menurut Grace, hal pertama yang harus dilakukan saat menghadapi
mom shaming adalah mengenali diri sendiri terlebih dahulu.
"Daripada menyalahkan diri kita, lebih baik kita mengenali. Kalau kita udah merasa enggak nyaman, kita atasi, yang bisa kita lakukan adalah mengelola emosi kita," ujar Grace dalam webinar Hansaplast, Sabtu (5/3/2022).
Untuk mengatasi perasaan tidak nyaman atas komentar tersebut, ibu dapat mengkomunikasikan masalah ini kepada orang-orang terdekat khususnya yang lebih tua.
"Menurut saya tidak ada salahnya kita menyampaikan kalau dampak dari pertanyaan atau pernyataan mereka itu lebih banyak keburukannya dibanding
benefit-nya," kata Grace.
Grace menambahkan, cara penyampaiannya pun harus dilakukan dengan benar. Artinya, jangan sampai pembahasan atau penyampaian tersebut memancing perdebatan dan pertengkaran.
Baca juga: Manfaat Mandi Air Dingin, Mulai dari Menyehatkan Rambut hingga Redakan DepresiTerkadang pertanyaan atau pernyataan orang lain bisa menjadi inspirasi yang tidak sempat terpikirkan oleh kita.
"Daripada kita menerima semuanya langsung mentah-mentah, ada baiknya kita kroscek ke tenaga-tenaga ahli yang terpercaya. Misal pertanyaan terkait kesehatan anak, bisa tanya ke dokter spesialis anak," ujarnya.
(Sumber: Antaranews)
(est)