LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah berupaya membekali kelompok usia produktif dengan keterampilan yang mampu mengembangkan potensi diri.
Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan pengembangan potensi diri baik sebagai pegawai ataupun pengusaha ditujukan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
“Jika bonus demografi berhasil meningkatkan angka kerja maka kita akan bisa menjadi negara maju. Tapi ancamannya ada aging-population, Indonesia sangat rawan kalau kita tidak bisa melewati era bonus demografi,” ujarnya dalam Kuliah Umum Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA secara virtual dikutip Senin, (7/3/2022).
Muhadjir mengungkapkan pembangunan SDM yang berkualitas bukanlah tugas yang ringan, dengan begitu pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi dalam menghadirkan SDM unggul dan mencakup semua tahapan kehidupan manusia serta proses berkesinambungan.
Baca juga: Jangan Cengeng di Usia Produktif, Pahami dulu Makna Healing“Penyiapan SDM unggul dimulai dengan memastikan kondisi kesehatan pranikah, intervensi masa kehamilan, asupan gizi pada periode anak-anak hingga pendidikan dasar dan menengah,” ujar Muhadjir.
Menurutnya, Pemerintah menyediakan program pelatihan untuk mempersiapkan seseorang memasuki dunia kerja, dan meningkatkan kompetensi ataupun mendapatkan keterampilan baru.
“Pemerintah telah memberikan intervensi program dan kebijakan pembangunan manusia secara komprehensif. Melalui intervensi secara komprehensif dan terintegrasi dalam human capital life cycle, akan terjadi looping positif dalam pembangunan SDM Indonesia,” tuturnya.
Muhadjir mengatakan, kelompok usia produktif juga harus memiliki penghasilan yang cukup dan bisa menabung, sehingga berkontribusi dalam meningkatkan tabungan nasional sebagai modal penting pembangunan.
“Tantangan dunia kerja semakin berat seiring dengan era bonus demografi. Mengutip data Statistik Kemendikbud tahun 2020, angka kasar perkiraan lulusan SMA sebanyak 3,6 juta pertahun, dan yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi hanya 1,3 juta lebih,” paparnya.
Menurut Muhadjir dari jumlah tersebut yang bekerja sebanyak 46 juta dan menganggur sebanyak 9 juta orang.
Baca juga: Mulailah Investasi di Usia Muda Saat Finansial Belum Mapan“Dari total data tersebut, paling tidak negara harus menyediakan lapangan pekerjaan baru hingga 2 juta pertahun. Dan inilah tantangan paling berat tentunya dengan bonus demografi,” ungkapnya.
Pascabonus demografi, penduduk usia produktif yang semula mendominasi otomatis akan bergeser menjadi penduduk usia tua dan akan memasuki era aging population.
“Kalau dia ketika usia produktif tidak melakukan hal yang produktif, ancaman akan terjadi ketika nanti yang produktif menjadi lansia. Di mana dia tidak punya tabungan dan lainnya hal itu akan membebani negara,” tegasnya.
(sof)