LANGIT7.ID, Jakarta - KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menjelaskan satu bacaan dzikir dengan kandungan kebaikan setara berdzikir satu malam suntuk.
Amalan tersebut didapat dari hadits-hadits yang diriwayatkan oleh istri-istri nabi SAW. Gus Baha berkisah, Suatu malam Ummu Salamah berdzikir sangat lama, yakni sejak Isya hingga menjelang Subuh tanpa henti.
Saat menyaksikan hal tersebut, Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Ummu Aisyah, “Kamu kok berdzikir lama sekali? Sini, saya ajarkan dzikir yang jika kamu baca, sama dengan baca dzikir semalaman,” kutip Gus Baha dalam salah satu tausiah yang ditayangkan kanal
Santri Gayeng, dikutip Selasa (8/3/2022).
Baca juga: Cara Islam Atasi Anxiety atau Gelisah BerlebihanLalu, Ummu Salamah bertanya bacaan dzikir yang dimaksud oleh Rasulullah SAW. Baginda nabi lalu menjawab sembari melafalkan kalimat wirid yang dimaksud, “Subhanallah wa bihamdihi ‘adada kholqihi wa ridhoo nafsihi, wa zinati ‘arsyihi.”
Mengutip laman
Syaamilquran, dzikir tersebut juga berkaitan dengan Juwairiyah Ummul Mukminin, istri Rasulullah yang menceritakan bacaan dzikir yang diperoleh dari nabi.
Hari itu bersamaan waktu shalat Subuh, Rasulullah berangkat pagi-pagi sekali dari rumah Juwairiyah. Sementara itu, Juwairiyah berada di tempat shalatnya di rumah. Ketika pulang, Rasulullah masih mendapati Juwairiyah masih tetap duduk di tempat shalat.
Baca juga: Keistimewaan Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas di Waktu Ashar“Engkau masih di sini sejak aku tinggalkan tadi?” tanya Rasulullah.
“Iya,” jawa Juwairiyah. Nabi SAW lalu bersabda, "Aku beritahu kepadamu empat bacaan untuk dibaca tiga kali. Jika ditimbang (pahalanya), sama dengan (pahala) bacaanmu sejak dini hari tadi:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
“Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah; sesuai dengan jumlah makhluk-Nya, dengan keridhaan diri-Nya, seberat 'Arsy milik-Nya, dan sebanyak firman-firman-Nya.” Dalam riwayat lain disebutkan bacaan itu sebagaimana berikut:
سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ خَلْقِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ رِضَا نَفْسِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ زِنَةَ عَرْشِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ
“Mahasuci Allah dengan jumlah makhluk-makhluk-Nya; Mahasuci Allah dengan keridhaan-Nya; Mahasuci Allah dengan berat Arasy milik-Nya; Mahasuci Allah dengan segala firman-Nya.”
(jqf)