LANGIT7.ID, Jakarta - Rasa cemas atau
anxiety merupakan hal yang normal dirasakan saat seseorang menghadapi situasi atau mendengar berita yang membawa rasa takut dan khawatir.
Akan tetapi,
anxiety perlu diwaspadai Jika muncul tanpa sebab atau sulit dikendalikan. Sebab, itu bisa jadi disebabkan oleh gangguan kecemasan.
Anxiety dan gangguan kecemasan tidak sama.
Rasa cemas terbilang normal bila masih terkendali dan hilang setelah faktor pemicu sudah teratasi. Namun, bila perasaan cemas menetap atau memburuk sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa disebut sebagai gangguan kecemasan (
anxiety disorder).
Baca juga: Self Healing dan Kesehatan Mental, Apa Itu?Para psikolog telah menguraikan beberapa solusi mengenai masalah tersebut dari perspektif ilmu psikologi. Namun, masalah ini juga perlu dilihat melalui perspektif agama.
Dai kondang Ustadz Adi Hidayat mengatakan, takut atau pun cemas merupakan menjadi salah satu fitrah manusia. Hal itu wajar terjadi, misalnya kegelisahan muncul saat awan mendung pekat atau saat anak terlambat pulang dari sekolah.
Menurut Adi Hidayat, rasa takut bisa menjadi positif jika dijadikan alat untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Saat rasa cemas itu muncul, orang dengan iman di dada akan terus mengumandangkan dzikir kepada-Nya.
“Mereka naikkan levelnya dari yang wajar menjadi tinggi, sehingga harapannya dengan itu semua selalu berada dalam lindungan Allah Ta’ala,” ucap Adi.
Baca juga: Kunci Ketenangan Hidup Menurut Al-Qur'anDengan begitu, ketakutan yang dialami bukan lagi ketakutan yang biasa, tetapi naik level menjadi positif. Sifat takut yang positif itu merupakan sifat takut yang mengantarkan kepada perlindungan Allah Ta’ala.
“Jadi, kalau misalkan dia mau bicara dia tata dulu, lawan bicaranya tersinggung atau tidak, bahkan kalau bercanda dia cari kata-kata yang tidak berlebihan,” tutur Adi.
Ketakutan yang diarahkan ke positif, Maka apapun yang diucapkan adalah hal baik. Jiwa orang itu pun akan terkontrol dalam keadaan tenang.
Solusi Anxiety
Ketakutan berlebihan atau
anxiety itu yang membawa pada perkara negatif. Adi Hidayat menyebut
anxiety merupakan kegelisahan yang tidak wajar, sehingga perspektif yang keluar dari pikiran adalah pertanyaan-pertanyaan tak wajar.
“(
Anxiety menyebabkan) pikiran yang tidak wajar, sehingga memberikan beban pada pikiran, bukan lagi ketenangan,” tutur Adi.
Dalam bahasa agama, kegelisahan yang berdampak pada beban pikiran berasal dari was-was yang dibisikkan syaitan. Dia menyebut ada dua solusi yang telah diberikan oleh Qur’an.
“Maka, bagaimana keluar dari situ? Mendekat kepada pilihan-pilihan dzikir,” kata Adi.
Pertama, membangun kekuatan keyakinan kepada Allah Ta’ala dan berlindung kepada-Nya dari godaan setan. Kedua, mengambil wudhu lalu menghadap kiblat dan membaca Al-Qur’an.
Selain itu, penderita
anxiety juga bisa shalat meminta ketenangan kepada Allah Ta’ala atau bisa juga dengan membaca dzikir. Ini terinspirasi dari Surah Ar-Ra'd ayat 28.
(jqf)