LANGIT7.ID, Jakarta - Direktur Pendidikan Tinggi dan Iptek Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Tatang Muttaqin, memuji kualitas lulusan Perguruan Tinggi Keislaman Negeri (PTKIN). Saat masuk ke dunia kerja, lulusan PTIKN dapat bersaing dengan perguruan tinggi umum.
Kendati demikian ia mengakui lulusan pendidikan tinggi agama belum sepenuhnya ideal, bahkan pendapatan yang dicapai terkadang masih menempati posisi rendah dibandingkan bidang ilmu sains. Ia mendorong lulusan PTKIN tidak hanya bekerja pada bidang keagamaan saja.
"Evalusasi internal PTKI harus dilakukan, untuk mengukur tingkat keterserapan dan kesejahteraan lulusan lalu kemudian didorong lulusannya tidak hanya terbatas pada dunia kerja keislamanan saja, tetapi harus adaptif pada kebutuhan industri 4,0 dan era digital," jelas Tatang dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (10/3/2022).
Baca Juga: Pemerintah Dorong Kelompok Usia Produktif Kembangkan Potensi DiriMenuru Tatang, hal terpenting yang harus dilakukan saat ini ialah membenahi tata kelola PTKI. Dengan memiliki struktur anggaran sebesar Rp66,45 triliun serta belanja operasional mencapai Rp34,16 triliun, Tatang berharap Kementerian Agama dapat melakukan berbagai upaya strategi untuk fokus dalam hal pengembangan PTKI.
Menurut Tatang, tata kelola yang baik dan penjaminan mutu menjadi sangat penting untuk dihubungkan dengan pemangku kepentingan eksternal. Dalam forum raker, Tatang meminta para Rektor untuk mendorong wakilnya di bidang kemahasiswaan untuk rutin mengelola, mengontrol, dan menginventarisir para lulusan kampus sehingga memiliki jejaring alumni yang terbina dengan baik.
PTKIN dalam kurun waktu dua tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang pesat, baik dari sisi akreditasi maupun publikasi riset dan jurnal internasional. Ia pun memberikan apresiasi atas pencapaian PTKIN.
Baca Juga: Test Anxiety Disorder, Tak Cepat Diatasi Bisa Jadi Lingkaran Setan Dalam Rapat Kerja (Raker) Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) yang dihadiri sebanyak 57 peserta dari para Rektor PTKIN dan 23 Kakanwil Kemenag, Tatang mengakui sebagian besar PTKIN sudah berhasil meningkatkan mutu penelitian, kualitas publikasi, dan percepatan akreditasi kampus.
Sejauh ini, menurut dia, kampus PTKI yang memiliki produktifitas riset yang baik di antaranya UIN Jakarta, UIN Bandung, UIN Riau, UIN Yogyakarta, UIN Malang, dan UIN Makassar. Ada percepatan-percepatan yang dilakukan PTKIN.
"Ini patut disyukuri dan kita dorong agar terus meningkatkan akreditasinya. Saya harap secara bertahap UIN-UIN atau IAIN yang lain, juga menunjukkan keunikannya serta diferensiasi yang menonjol," kata Tatang.
Baca Juga: Kemenag: Pendaftar SPAN PTKIN Capai 1,3 Juta Siswa(zhd)