Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Test Anxiety Disorder, Tak Cepat Diatasi Bisa Jadi Lingkaran Setan

Fifiyanti Abdurahman Senin, 07 Maret 2022 - 19:17 WIB
Test Anxiety Disorder, Tak Cepat Diatasi Bisa Jadi Lingkaran Setan
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Bagi sebagian orang, ujian atau tes menjadi momen menegangkan yang harus dilewati. Seringkali saat ujian sebagian orang merasakan rasa cemas, takut, atau gugup saat menghadapinya.

Hal tersebut bisa dibilang lumrah atau normal terjadi. Namun, akan menjadi tidak normal bila Anda merasakannya secara berlebihan atau sering terjadi. Nah, bila Anda mengalami kegugupan dan rasa cemas dalam tingkat tinggi saat menghadapi ujian, hati-hati bisa saja Anda tengah mengalami test anxiety disorder.

Test anxiety disorder merupakan gangguan saat level cemas sangat tinggi di tengah situasi menghadapi ujian. Ujian yang dimaksud tidak hanya seperti ujian sekolah, ujian masuk perguruan tinggi, namun juga ketika berhadapan dengan penilaian dalam bekerja dan lainnya.

Baca juga: 5 Tips Psikolog untuk Jaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

Psikolog dari Universitas Gajah Mada (UGM), Sutarimah Ampuni, mengatakan test anxiety disorder ini akan menjadi sebuah lingkaran setan jika tidak diatasi dengan baik.

"Sebab kecemasan yang berlebihan akan memengaruhi saat penilaian tidak bisa maksimal. Performa yang kurang maksimal tersebut akan berpengaruh saat melakukan ujian atau penilaian berikutnya," ujar Sutarimah, dikutip dari laman UGM, Senin (7/3/2022).

Menurut dia, orang yang mengalami test anxiety disorder akan merasa kecemasan yang sangat luar biasa saat akan menghadapai penilaian. Gejalanya cukup beragam dari yang ringan hingga berat.

Namun, secara umum gejala gangguan kecemasan menghadapi ujian ini dikelompokkan menjadi tiga yakni gejala fisik, gejala kognitif dan perilaku, serta gejala emosional.

"Gejala fisik antara lain berkeringat, gemetar, jantung berdetak cepat/berdebar, mual, perut tidak nyaman, badan menjadi dingin atau panas, bahkan pingsan," tuturnya.

Baca juga: Bijak Bermedsos, Psikolog: Jangan Gampang Baper

Sedangkan untuk gejala perilaku dan kognitif, Dosen Fakultas Psikologi UGM ini mengatakan, meliputi sulit konsentrasi, sulit berpikir, sering lupa, meragukan kemampuan atau berpikir buruk akan diri sendiri.

Sementara, gejala emosional diantaranya perasaan tidak berharga, putus asa, tidak berdaya, marah, bahkan ingin melukai diri sendiri, tuturnya.

Kemudian, Sutarimah mengatakan ada dua penyebab test anxiety disorder. Pertama, penyebab biologis dimana secara biologis terdapat orang-orang yang secara genetis mempunyai kecenderungan untuk merasa cemas dan memiliki kemungkinan diturunkan.

“Sebenarnya semua orang saat berada di situasi menantang ada hormon yang dikeluarkan yakni adrenalin. Adrenalin ini meningkat saat berkompetisi yang berguna untuk memacu tampil maksimal, tetapi pada orang tertentu justru adrenalin yang muncul berlebihan sehingga menimbulkan cemas berlebih,” pungkasnya.

Kedua, penyebab kognitif. Kecemasan berlebih yang muncul karena pemikiran yang timbul dari pengalaman atau perjalanan hidup seseorang membuat mudah berfikir negatif akan diri sendiri maupun takut gagal.

“Diperparah lagi jika tidak dipersiapkan dengan baik menghadapi ujian dan ada sejarah kegagalan di masa sebelumnya,” jelas Sutarimah.

Guna meredam kecemasan menjelang ujian, Sutarimah berbagi sejumlah tips, salah satunya dengan melakukan persiapan marang. Tak hanya memahami materi ujian, namun juga mempelajari situasi lingkungan fisik.

Baca juga: Stres akibat Pekerjaan, Yuk Rutinkan Shalat Dhuha saat Sibuk

“Misal akan ujian SBMPTN, ya disiapkan jauh hari penguasaan materi dan juga situasi sekitar lokasi ujian,” ucapnya.

Cara berikutnya dengan mengontrol pemikiran, yaitu dengan menghindari pikiran-pikiran negatif dan hanya fokus pada hal-hal yang positif saja.

"Ditambah dengan menghindari tuntutan untuk selalu sempurna. Lakukan saja yang terbaik semaksimal mungkin yang kita bisa," ujar Sutarimah.

Selanjutnya dengan melakukan relaksasi, misalnya dengan bermeditasi. Cara ini bisa menjadi sarana menyalurkan ketegangan dan membantu tubuh lebih rileks.

“Tak kalah penting untuk mengurangi kecemasan adalah adanya dukungan keluarga dan lingkungan,” pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)