Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home wirausaha syariah detail berita

Sejarah Ayam Geprek, Berawal dari Permintaan Pelanggan

Muhajirin Jum'at, 11 Maret 2022 - 17:00 WIB
Sejarah Ayam Geprek, Berawal dari Permintaan Pelanggan
Bu Rum di tempat usaha kuliner ayam gepreknya (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Yogyakarta - Indonesia kaya akan kuliner. Khazanah kuliner tanah air tak hanya diisi ragam kuliner warisan para leluhur tempo dulu. Banyak pula makanan khas yang baru diracik dan sukses menjadi pendatang baru. Salah satunya ayam geprek.

Popularitas ayam geprek langsung meroket di belantika kuliner Indonesia. Kuliner Jenis ini adalah ayam goreng berbalut tepung seperti biasa, lalu diulek atau dibalur dengan sambal. Geprek merupakan istilah Jawa yang berarti dipukul atau ditekan.

Ayam goreng dalam ayam geprek merupakan adaptasi dari ayam goreng ala Barat atau lazim disebut fried chicken ala Amerika. Fried chicken ala Amerika ini dibuat pertama kali oleh Kolonel Harland Sanders, seorang pengusaha asal Amerika yang mendirikan Kentucky Fried Chicken (KFC).

Baca juga: Lombok, Surga Wisata Halal di Pulau Seribu Masjid

Asal-usul ayam geprek bermula di Kota Yogyakarta. Ruminah atau akrab disapa Bu Rum disebut-sebut sebagai kreator pertama kuliner yang terkenal dengan pedasnya itu.

Semua berawal dari 2003 silam. Kala itu, Bu Rum sudah mulai berjualan kuliner, tapi bukan ayam geprek. Dia pertama kali menjual nasi lotek, soto, sayur, dan ayam goreng tepung.

Lama-lama karena bosan, para pelanggan Warung Bu Rum meminta dibuatkan sambal bawang pada waktu itu. Sebagai peracik handal, Bu Rum sukses membuat para pelanggan kepincut dengan sambal bawang itu.

Para pelanggan itu lalu meminta Bu Rum mencampur sambal bawang ke ayam goreng tepung lalu diulek atau digeprek. Ayam tepung bercampur sambal bawang yang sudah babak belur digeprek itu ternyata memiliki cita rasa khas dan enak.

Lazim Jika ada cita rasa baru. Ayam geprek milik Bu Rum pun tersebar dari mulut ke mulut, terutama dari kalangan mahasiswa. Maklum, waktu belum ada sosial media.

Mengutip akun Twitter Txt dari Kuliner, sebelum ada istilah ‘geprek’, para pembeli sempat menyebut istilah gejrot, bejek, gepuk, dan pukul. Setelah itu, Bu Rum memutuskan untuk memakai nama ‘geprek’ di warungnya. Sebab, saat itu belum ada warung yang menggunakan istilah ‘geprek’. Alhasil, terciptalah Geprek Bu Rum.

Baca juga: Menparekraf Paparkan Keunggulan Kualitas Kuliner Khas Jambi

Hal spesial dari Geprek Bu Rum, selain rasa pedas yang khas, juga sayur yang segar, ada sayur sop, oseng, lodeh, dan lain sebagainya. Jadi, rasa gepreknya selain pedas juga segar di mulut.

Tak hanya itu, Geprek Bu Rum juga diminati mahasiswa dan anak sekolahan karena menawarkan harga murah. Sangat cocok untuk kantong mahasiswa.

Sekarang outlet Geprek Bu Rum sudah ada 5; di daerah Moses, dekat Lembah UGM, Resto PKL, Jalan Perumnas, dan daerah Pringwulung yang pastinya di semua berlokasi di Yogyakarta.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)