LANGIT7.ID, Yogyakarta - Indonesia kaya akan kuliner. Khazanah kuliner tanah air tak hanya diisi ragam kuliner warisan para leluhur tempo dulu. Banyak pula makanan khas yang baru diracik dan sukses menjadi pendatang baru. Salah satunya ayam geprek.
Popularitas ayam geprek langsung meroket di belantika kuliner Indonesia. Kuliner Jenis ini adalah ayam goreng berbalut tepung seperti biasa, lalu diulek atau dibalur dengan sambal. Geprek merupakan istilah Jawa yang berarti dipukul atau ditekan.
Ayam goreng dalam ayam geprek merupakan adaptasi dari ayam goreng ala Barat atau lazim disebut
fried chicken ala Amerika. Fried chicken ala Amerika ini dibuat pertama kali oleh Kolonel Harland Sanders, seorang pengusaha asal Amerika yang mendirikan Kentucky Fried Chicken (KFC).
Baca juga: Lombok, Surga Wisata Halal di Pulau Seribu MasjidAsal-usul ayam geprek bermula di Kota Yogyakarta. Ruminah atau akrab disapa Bu Rum disebut-sebut sebagai kreator pertama kuliner yang terkenal dengan pedasnya itu.
Semua berawal dari 2003 silam. Kala itu, Bu Rum sudah mulai berjualan kuliner, tapi bukan ayam geprek. Dia pertama kali menjual nasi lotek, soto, sayur, dan ayam goreng tepung.
Lama-lama karena bosan, para pelanggan Warung Bu Rum meminta dibuatkan sambal bawang pada waktu itu. Sebagai peracik handal, Bu Rum sukses membuat para pelanggan kepincut dengan sambal bawang itu.
Para pelanggan itu lalu meminta Bu Rum mencampur sambal bawang ke ayam goreng tepung lalu diulek atau digeprek. Ayam tepung bercampur sambal bawang yang sudah babak belur digeprek itu ternyata memiliki cita rasa khas dan enak.
Lazim Jika ada cita rasa baru. Ayam geprek milik Bu Rum pun tersebar dari mulut ke mulut, terutama dari kalangan mahasiswa. Maklum, waktu belum ada sosial media.
Mengutip akun Twitter
Txt dari Kuliner, sebelum ada istilah ‘geprek’, para pembeli sempat menyebut istilah gejrot, bejek, gepuk, dan pukul. Setelah itu, Bu Rum memutuskan untuk memakai nama ‘geprek’ di warungnya. Sebab, saat itu belum ada warung yang menggunakan istilah ‘geprek’. Alhasil, terciptalah Geprek Bu Rum.
Baca juga: Menparekraf Paparkan Keunggulan Kualitas Kuliner Khas JambiHal spesial dari Geprek Bu Rum, selain rasa pedas yang khas, juga sayur yang segar, ada sayur sop, oseng, lodeh, dan lain sebagainya. Jadi, rasa gepreknya selain pedas juga segar di mulut.
Tak hanya itu, Geprek Bu Rum juga diminati mahasiswa dan anak sekolahan karena menawarkan harga murah. Sangat cocok untuk kantong mahasiswa.
Sekarang outlet Geprek Bu Rum sudah ada 5; di daerah Moses, dekat Lembah UGM, Resto PKL, Jalan Perumnas, dan daerah Pringwulung yang pastinya di semua berlokasi di Yogyakarta.
(jqf)