LANGIT7.ID, Jakarta -
AC Milan dikabarkan menemui Badan Administratif dan Pengatur Sepakbola Eropa (UEFA) di Nyon, Swiss, Jumat (11/3/2022). Kunjungan tersebut diklaim membahas situasi Milan terkait Financial Fair Play (FFP).
Menurut laporan SportMediaset, pertemuan ini sejatinya sudah direncanakan sejak lama, namun selalu tertunda karena pandemi Covid-19. Pertemuan di markas UEFA ini dilakukan setelah Elliott mengambil alih Milan dari Yonghong Li.
Baca juga: Roman Abramovich Disanksi UK, Begini Respons ChelseaLaporan tersebut mengatakan Direktur Milan, Ivan Gazidis dan Giorgio Furlani yang mewakili Elliot, akan bertemu dengan anggota Badan Kontrol Keuangan Klub. Setelah mendengar pendapat, analisis keuangan dan parameter Milan,
UEFA akan membuat keputusan mengenai kemungkinan sanksi untuk Rossoneri.
Menurut SportMediaset, UEFA menghargai program berkelanjutan baru Milan. Kerugian finansial telah berkurang selama beberapa tahun terakhir, meskipun hasilnya masih belum sesuai dengan aturan FFP.
Meski demikian, direktur Milan yakin untuk menghindari sanksi juga sehubungan dengan reformasi Financial Fair Play yang baru. Para direktur Milan berharap untuk menghindari
sanksi kali ini.
Baca juga: Dicoret dari Piala Dunia, Rusia Gugat FIFA ke CASSeperti diketahui, Milan dilarang tampil di kompetisi Eropa pada 2019. Hal itu disebabkan adanya kasus penyimpangan dana yang dilakukan Yonghong Li saat membeli Milan pada 2014-2017.
Investor asal China itu membeli Rossoneri seharga 740 juta euro berkat pinjaman 303 juta euro dari Elliott Management. Yonghong Li pun diharuskan membayar angsuran sebesar 32 juta euro kepada perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.
Baca juga:
Tak Hanya Seedorf, Eks Pemain Milan Ini juga Mualaf
Hapus Babak Penyisihan Grup, Ini Format Baru Liga Champions 2024/25(asf)