LANGIT7.ID, Jakarta -
Al Quran merupakan kalamullah atau firmah Allah. Kitab yang dalam istilah fuqaha disebut Al-Mushaf itu sesuatu yang suci dan mempunyai nilai yang tinggi.
Di dalam Al Quran terdapat panduan utama dalam mengarungi kehidupan agar sesuai dengan maksud dan tujuan Allah (maqashid as-syariah).
"Di dalamnya termuat larangan, perintah, anjuran, kisah-kisah, dan lain sebagainya," kata alumni Universitas Al Azhar Kairo, Rahmadi Wibowo di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan pada Sabtu (12/3/2022).
Baca Juga: Resmikan Quran Center Madani, UAS: Tak Ada Alasan Pekanbaru Buta AlquranSetelah mengimani, langkah selanjutnya ialah mempelajari Al Quran. Tahap paling awal mempelajari Al Quran ialah belajar mengeja tata bacaannya dari panjang-pendeknya, cara pengucapan huruf-huruf hijaiyah, hukum tajwidnya, dan lain sebagainya.
Tidak hanya berhenti di cara baca, tetapi selanjutnya juga harus memahami arti di dalamnya. Misal, kata dia, seorang muslim harus tahu arti dari 'bismi-llahi al-rahmani al-rahim'.
Untuk mengetahui arti dan maknanya, umat Islam bisa membaca kitab-kitab tafsir. Sebab diketahui juga perihal sebab turunnya ayat beserta nasikh dan mansukh.
Tahapan berikutnya ialah mengamalkan apa yang terdapat di dalam Al Quran. Dan tahapan terakhir dari cara mengimani Al Quran adalah mengajarkannya.
Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah Saw bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al Qur’an dan mengajarkannya." (HR Tirmidzi).
"Kalau kita punya pengetahuan, kita harus mengajarkannya. Ballighu anni walau ayat, sampaikan dariku walaupun satu ayat. Dalam Islam yang telah diketahui itu harus disampaikan kepada orang lain, meskipun sedikit," ujar dia.
(bal)