Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 16 Oktober 2026
home lifestyle muslim detail berita

Perlukah Bayi Ditahnik? Begini Penjelasan Dokter Anak

Fifiyanti Abdurahman Senin, 14 Maret 2022 - 19:07 WIB
Perlukah Bayi Ditahnik? Begini Penjelasan Dokter Anak
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Beberapa waktu lalu, penyanyi religi Natta Reza dan istri, Wardah Maulina melakukan tahnik untuk bayi mereka, Zakia Xena Humaira, yang dilakukan Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz Abdul Somad (UAS).

Tahnik adalah mengunyah kurma untuk kemudian diusapkan atau lumurkan pada langit-langit bayi yang baru lahir. Tahnik sendiri merupakan sunnah dan disebut sebagai imunisasi alami. Ada anggapan tahnik dibutuhkan karena bayi rentan hipoglikemia atau kekurangan gula.

Lalu, bagaimana pandangan medis terkait tahnik?

Baca juga: Termasuk Penyakit Kronis, Waspadai Hipertensi Paru pada Anak

Spesialis anak dr Kurniawan Satria Denta, mengatakan bayi normal, tanpa komplikasi, sangat kecil kemungkinannya untuk hipoglikemia.

"Allah sudah membekali bayi dengan lemak atau sumber energi yang cukup agar hal itu tidak terjadi," kata Denta seperti dikutip dari akun Twitter @sdenta, Senin (14/3/2022).

Jadi bayi normal, lanjut Denta, tidak membutuhkan tambahan kalori dari luar. Baik itu didapat dari susu formula maupun makanan lain.

"Habis lahir, bayi nggak butuh kalori banyak-banyak. ASI pun butuhnya hanya beberapa tetes sekali minum. Kapasitas lambungnya kecil sekali. Jadi, ngasih sufor langsung di hari-hari pertama kelahiran tanpa rekomendasi DSA itu bahaya sekali," jelas Denta.

Lebih lanjut Denta menjelaskan, saat terjadi hipoglikemia pun dokter akan melakukan tatalaksana yang sesuai dengan kondisi bayi. Yang jelas tatalaksana itu tidak mencakup pemberian makanan dini per oral selain ASI atau sufor khusus yang terukur dan terevaluasi dengan baik.

"Pemberian madu pada usia di bawah setahun meningkatkan risiko keracunan botulisme, pemberian makanan padat terlalu dini meningkatkan risiko komplikasi pada pencernaan bayi," pungkasnya.

Baca juga: Solusi Demam Anak, Perhatikan Aturan Pakai Paracetamol

"Tapi walaupun dari pendapat saya tidak disarankan, tentu saja keputusan men-tahnik bayi ada sepenuhnya di orang tua. Banyak juga orang tua pasien saya yang mentahnik anaknya, ya paling saya tinggal ekstra
saja observasinya," tuturnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 16 Oktober 2026
Imsak
04:05
Shubuh
04:15
Dhuhur
11:42
Ashar
14:47
Maghrib
17:49
Isya
18:58
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan