LANGIT7.ID, Jakarta,- - Salah satu tradisi yang tak terpisahkan dari momen
Ramadhan adalah
berbuka puasa dengan
kurma. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan anjuran langsung dari
Nabi Muhammad (saw) sebagaimana tercatat dalam hadis.
إِذَا أفْطَرَ أحَدُكُمْ، فَلْيُفْطرْ عَلَى تَمْرٍ فَإنَّهُ بَرَكةٌ، فَإنْ لَمْ يَجِدْ تَمْراً، فالمَاءُ فَإنَّهُ طَهُورٌ
Artinya, “Jika salah seorang dari kaliah hendak berbuka, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah. Jika tidak ada, maka dengan air karena air itu bersih.” (HR At-Tirmidzi).
Baca juga: Kemana Saja Bantuan 100 Ton Kurma dari Pemerintah Arab Saudi Disebar? Ini PenjelasannyaSejarah dan Karakteristik Pohon KurmaPohon kurma, yang secara ilmiah dikenal sebagai Phoenix dactylifera L., merupakan salah satu pohon buah tertua di dunia dan sering dijuluki sebagai
"Pohon Kehidupan".Meskipun asal-usul pastinya masih diperdebatkan, antara Babel (Irak), Dareen atau Hoff (Arab Saudi), hingga Pulau Harqan di
Bahrain, pohon ini telah menjadi pilar kehidupan di wilayah gurun selama ribuan tahun.
Pohon kurma merupakan tanaman tahunan dengan karakteristik unik, yakni pertumbuhannya yang cenderung lambat dan memiliki jenis kelamin jantan serta betina yang terpisah.
Meskipun pohon betina rata-rata baru mulai berbuah lima tahun setelah ditanam, tanaman ini memiliki daya tahan yang luar biasa karena dapat hidup dan tetap produktif hingga usia sekitar 150 tahun.
Kandungan Gizi dan Manfaat KesehatanKurma dikenal sebagai "
superfood" karena kepadatan nutrisinya. Sebagian besar varietas kurma mengandung gula alami (glukosa dan fruktosa) hingga 70 persen dari berat buahnya.
Hal ini membuat satu kilogram kurma mampu memberikan energi instan sebesar 3.470 kalori.
Kurma merupakan sumber nutrisi yang sangat lengkap bagi kesehatan tubuh. Kandungan kalium dan magnesiumnya berperan penting dalam mendukung fungsi otot dan sistem saraf, sementara perpaduan zat besi dan tembaga sangat esensial untuk pembentukan darah.
Selain itu, kurma juga kaya akan kalsium serta fosfor yang membangun jaringan otot dan saraf, didukung oleh vitamin B1, B2, dan folat untuk metabolisme sel.
Tak ketinggalan, kandungan serat dan proteinnya tidak hanya memberikan rasa kenyang lebih lama, tetapi juga sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Baca juga: Dari Kurma hingga Perawatan: Jejak Profesi Perempuan dalam Islam AwalKurma dalam Al-Qur'an dan SainsNama pohon kurma (Nakhl) berulang kali disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai simbol kebesaran ciptaan Allah. Salah satu kisah paling menyentuh adalah saat Maryam (as) diperintahkan memakan kurma saat persalinan:
وَهُزِّيْٓ اِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّاۖ ٢٥
wa huzzî ilaiki bijidz‘in-nakhlati tusâqith ‘alaiki ruthaban janiyyâArtinya:
Goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menjatuhkan buah kurma yang masak kepadamu. (
QS. Maryam: 25)
Sains modern membuktikan kebenaran ayat ini. Kurma matang mengandung zat yang menyerupai oksitosin, hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari untuk memicu kontraksi rahim dan mempermudah proses persalinan.
Nilai Ekonomi dan KeberlanjutanSelain manfaat kesehatan, pohon kurma memiliki nilai keberlanjutan yang tinggi secara ekonomi dan ekologi.
Di sektor industri, kurma diolah menjadi berbagai produk seperti sirup, selai, makanan bayi, hingga minuman ringan. Pemanfaatan ini mendukung pertumbuhan industri kecil dan menengah baik di perkotaan maupun pedesaan.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, jenis kurma terbaik adalah yang ditanam secara alami tanpa bahan kimia, pengawet, atau proses sulfur.
Baca juga: Ini Manfaat Kurma Bagi Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Cegah AnemiaSalah satu lokasi penanaman organik yang terkenal berada di California, yang ditanam 68 kaki di bawah permukaan laut dengan suhu mencapai 110 derajat.
Kesimpulannya, kurma adalah perpaduan antara tradisi spiritual, keajaiban medis, dan potensi ekonomi.
Mengonsumsi kurma bukan hanya mengikuti sunnah, tetapi juga memberikan asupan nutrisi terbaik bagi tubuh setelah seharian berpuasa.
(est)