LANGIT7.ID, Jakarta - Gempa berkekuatan magnitudo 7,3 yang terjadi di wilayah Fukushima, Jepang, Rabu (16/3/2022) malam mengakibatkan sejumlah bangunan rusak hingga kereta peluru Shinkansen tergelincir di Fukushima.
Kerusakan juga terjadi secara struktural di wilayah timur laut Jepang, termasuk runtuhnya dinding batu kastil Aoba di Kota Sendai.
Sejumlah rumah warga dan gedung juga mengalami kerusakan ringan. Namun, belum diketahui berapa banyak jumlah bangunan yang terdampak.
Baca juga: 5 Gempa Bumi Terbesar di Dunia, Salah Satunya di IndonesiaMelansir dari BBC, Kamis (17/3/2022) tak hanya kerusakan bangunan dan kendaraan umum, dilaporkan sudah ada dua orang tewas dan sekitar 90 orang terluka.
Penyedia listrik lokal Jepang mengatakan, sekitar 700.000 rumah di Tokyo mengalami mati listrik. Namun kini, secara bertahap pemerintah sudah melakukan pemulihan.
Sebagai informasi, gempa tersebut berpusat di lepas pantai wilayah Fukushima pada kedalaman 60 kilometer.
Baca juga: Gempa M 7,3 Guncang Jepang, Bayang-bayang Bencana 2011 di Fukushima Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan, gempa tersebut berpotensi tsunami dengan gelombang hingga satu meter untuk beberapa bagian pantai timur laut, terutama di wilayah Fukushima dan Miyagi.
Untungnya, Tokyo Electric Power Company (TEPCO) memastikan pembangkit nuklir Fukushima Daiichi tidak mengalami gangguan atau kerusakan. "Tidak ada juga fluktuasi signifikan di pos pemantauan yang dikonfirmasi di PLTN Fukushima Daini," tulis pengumuman TEPCO, di akun Twitter resminya, @TEPCP_English.
Baca Juga: Gampa Magnitudo 6,9 Nias Selatan di Zona Megathrust, Ini PenjelasannyaSebagai informasi, Jepang berada di "Cincin Api" Pasifik, busur aktivitas seismik intens yang membentang di Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik. Negara Sakura ini sering diguncang gempa sehingga memiliki peraturan konstruksi yang ketat guna memastikan bangunan bisa menahan getaran besar.
(sof)