Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 01 September 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Shalawat Asyghil, Biasa Dilantunkan Saat-Saat Genting

fajar adhitya Rabu, 28 Juli 2021 - 14:34 WIB
Shalawat Asyghil, Biasa Dilantunkan Saat-Saat Genting
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID - Shalawat Asyghil sangat akrab di kalangan Nahdliyin. Shalawat ini sering dikumandangkan di masjid, mushalla di antara adzan dan iqomat untuk menunggu jamaah dan kehadiran imam shalat.

Shalawat ini merupakan salah satu dzikir utama yang dikumandangkan secara berjamaah ketika melakukan istighasah. Berawasilah kepada Nabi Muhammad agar Allah menyelematkan umat Islam dari segala bentuk kezaliman.

"Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad,
wa asyghilizh-zhalimiin bizh-zhalimiin,
wa akhrijnaa mim-bainihim saalimiin,
wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin."

Syahdan, shalawat asyghil ditulis oleh Ja’far bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib Al Murtadho suami Fatimah Az Zahra putri Rasulullah, atau yang dikenal dengan Imam Ja’far As Shadiq. Ia menulis dan membaca shalawat ini karena konflik sosial politik yang muncul dalam kontestasi kepemimpinan di akhir kekuasaan Dinasti Bani Umayyah.

Beliau biasa membaca shalawat asyghil saat malakukan doa qunut shalat Subuh. Sebagai keluarga Rasulullah, Imam Ja’far memikul tanggung jawab yang besar atas kondisi umat Islam kala itu. Karenanya, ia memohon pertolongan Allah melalui keberkahan kakeknya, Muhammad SAW agar kaum muslim terlepas dari masalah politik yang pelik.

Teks shalawat asyghil tertulis dalam kitab Al-Kawakibul Mudhiah fi Ash-Shalati Ala Khairil Bariyyah karya Habib Ahmad bin Umar bin Ahmad bin Aqil bin Muhammad bin Abdullah bin Umar Al-Hinduan al-Baalawi dari Tarim, Hadramaut.

Olehnya, shalawat asyghil juga sering disebut sebagai shalawat Habib Ahmad bin Umar. Masuknya shalawat ini ke Indonesia kemungkinan karena dibawa ulama-ulama nusantara yang belajar di Tarim.

Ada pula yang menyebutnya dengan nama shalawat dhalimin, shalawat salimin, shalawat sibuk merujuk kandungan di dalamnya. Shalawat ini pernah disenandungkan ulama-ulama Sufi dunia Arab khususnya di Irak ketika negeri ini diserang oleh pasukan Mongol Hulagu Khan pada masa keruntuhan Dinasti Bani Abbasiyah pertengahan abad ke-13.

Mengutip Pecihitam.org, kekacauan yang terjadi mendorong kaum tassawuf bangkit untuk berjuang. Orang-orang sufi ini lantas mengorganisir kelompok-kelompok gerilyawan bersama Pasukan Kerajaan Mamluk dari Mesir, melawan dan berhasil membendung perluasan kekuasaan Pasukan Mongol.

“Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau.”

Sumber lain menyebut shalawat asyghil pertama kali dipopulerkan di Jakarta melalui pemancar Radio As Syafiiyah yang diasuh ulama besar Betawi, almarhum KH Abdullah Syafi’i (wafat 1406 H). Sholawat ini dibawakan dengan nagham (nada) yang sangat menyentuh hati, indah didengar dan terasa sejuk di hati pembaca dan pendengarnya.

Abuya KH Saifuddin Amsir pendiri Pondok Pesantren Al Asyirah Al Qur’aniyah Jakarta memasukan shalawat ini menjadi salah satu menu utama dari dzikir-dzikir istighasah Jakarta. Saat Pilkada DKI Jakarta 2017, sebagian kaum muslimin menyenandungkan shalawat ini agar Allah memenangkan calon pemimpin muslim.

Berikut Shalawat Asyghi yang dilantunkan dengan indah oleh Jaz, penyanyi asal Brunei Darussalam yang populer di Indonesia:



(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 01 September 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan