LANGIT7.ID-, Jakarta- - Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu bentuk ibadah dan bentuk pendekatan pribadi kepada Allah SWT. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk selalu berhalawat kepada Rasulullah Muhammad SAW di setiap kesempatan.
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS Al-AHZAB: 22)
Rasulullah SAW juga mengajarkan dan menganjurkan umatnya untuk selalu bershalawat. Beliau juga menjelaskan pahala bagi orang yang menjalankan anjuran tersbut.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershlawat kepadanya sepuluh kali lipat.” (HR.Muslim).
Baca juga:
8 Sifat Orang Mukmin yang Dicintai Allah SWTDari Anas bin Malik beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali lipat, akan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan dia akan diangkat sepuluh derajat.” (HR.An-Nasai).
Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), menjelaskan, sebagai wujud ibadah yang diperintahkan Allah SWT kepada umat Islam, maka hamba harus menaati perintah tersebut. Perintah iut juga harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.
“Agar kita mendapatkan pahala dan pahala yang berlipat ganda dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, sesuai janji-Nya,” ujar UBN melalui kajian di AQL Islamic Center, Jumat (6/10/2023).
Sebagai wujud ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, tentu kebaikan dan keutamaan bershalawat akan kembali kepada orang yang melakukannya dengan ikhlas. Bukan hanya untuk Nabi SAW.
Nabi Muhammad SAW diutus kepada umat manusia sebagai rahmat dan petunjuk untuk menunjukkan jalan menuju Allah. Beliau juga membebaskan manusiadari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam. Maka itu, Rasulullah SAW mempunya jasa yang besar bagi umat manusia, sehingga sudah sepatutnya umat manusia bersyukur.
“Jika seseorang senantiasa menyebut orang-orang yang pernah berjasa kepadanya dalam urusan duniawi seperti guru yang mengajarinya ilmu, niscaya jasa-jasa Nabi Muhammad SAW adalah alasan kebahagiaannya di dunia dan dia lebih besar di akhirat dan lebih mulia dari itu semua. Maka hendaknya kita selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW di setiap kesempatan,” ujar UBN.
Syaikh Abdurrahman al-Sa'di saat menafsirkan Surat Al-Ahzab ayat 56 menjelaskan, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan amalan menaati Allah SAW. Hal itu merupakan balasan atas jasa-jasa Nabi Muhammad SAW.
Shalawat merupakan penyempurna iman seseorang, pengagungan kepada Nabi Muhammad SAW, ungkapan cinta dan hormat kepadanya, peningkatan amal shalih, dan penghapusan dosa.
Imam Ibnu al-Qayyim dalam kitabnya Jala` al-ifham fi fadhl al-sholat wa al-salam 'ala khair al-anam menjelaskan, Allah Ta'ala memerintahkan orang-orang beriman untuk bershalawat kepada Nabi SAW. Setelah memberitahukan bahwa Dia dan para malaikatnya bershalawat kepadanya.
(ori)