Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Pola Asuh Zaman Dulu vs Zaman Now, Apa Bedanya?

Fifiyanti Abdurahman Selasa, 22 Maret 2022 - 08:07 WIB
Pola Asuh Zaman Dulu vs Zaman Now, Apa Bedanya?
Pola asuh dengan memberikan yang terbaik untuk anak. Foto: Langit7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Kemajuan dunia digital membawa anak-anak saat ini lekat dengan teknologi. Anak-anak zaman sekarang terlahir dengan asupan teknologi yang sudah ramai, dimana mereka dapat bertukar informasidengan mudah.

Beda halnya dengan 30 tahun lalu, ketika orang tua lahir teknologi masih menjadi hal yang asing. Derasnya arus informasi pun membuat orang tua bingung, pola asuh seperti apa yang tepat untuk anak-anaknya.

Melihat ini, psikolog anak dan remaja, Grace E. Sameve memberikan saran apa yang harus dilakukan orang tua dalam mengasuh sih ke kecil di zaman now.

Baca juga: Teladani Rasulullah, Ini 7 Pola Asuh Islami yang Bisa Diterapkan

"Pertama, kita harus ingat bahwa mengasuh anak adalah proses belajar terus menerus, bukan hanya untuk anak tetapi juga bagi kita sebagai orang tua," ujar Grace dalam acara bertajuk "Pola Asuh Zaman Dulu vs Zaman Sekarang", Senin (21/3/2022).

Karena itu orang tua harus beradaptasi baik itu dengan lingkungan, zaman, dan anak. Begitu pula dengan cara mendidik anak, dimana penerapannya akan berbeda antara anak pertama dengan adiknya.

"Kita harus terbuka terhadap informasi, tapi di saat yang sama bukan berarti kita harus menerima semua informasinya," katanya.

Menurut Grace, orang tua juga harus kritis saat mengikuti informasi mengenai pola asuh yang didapat dari luar. Misalnya dengan memeriksa ke sumber terpercaya atau membaca artikel yang ditulis oleh orang yang ahli di bidangnya.

Setelah itu, tentukan tujuan. Walaupun pengasuhan anak itu suatu hal yang telah diteliti selama bertahun-tahun di belahan dunia tapi ternyata tidak ada satu solusi untuk semua anak.

"Jadi memang tujuannya untuk menemukan formula yang sesuai atau cara yang sesuai dengan zaman anak, maupun situasi orang tua," tuturnya.

Baca juga: Hubungan Suami Istri di Masa Lalu Pengaruhi Pola Asuh pada Anak

Lebih lanjut, Grace mengatakan, orang tua juga harus bisa belajar seimbang dan berempati. Caranya adalah terbuka dengan segala informasi yang ada, namun tetap kritis memilah informasi yang valid.

"Misal teknologi, banyak yang mengganggap itu sebuah kekhawatiran karena anaknya hanya ingin nonton terus. Tetapi sebenarnya jika digunakan secara seimbang atau hal-hal yang kita ambil dari teknologi untuk membantu kita, akan menjadi sesuatu yang baik," jelasnya.

Selanjutnya, orang tua juga harus belajar empati, entah dengan orang lain, maupun dengan anak. Tempatkan pada posisi anak dan pikirkan apakah hal tersebut akan membuat anak nyaman atau bermanfaat untuk tumbuh kembang dan sebagainya.

"Zaman sekarang itu kerap muncul perdebatan ketika kita berdiskusi dengan orang tua kita. Tetapi kita sebagai anak harus mencoba, melihat juga persepektif dari orang tua, apakah ada kebenaran sedikit yang bisa diadopsi dari sana?" urai Grace.

Baca juga: Ini Usia Ideal Menyekolahkan Anak menurut Pakar Neuroparenting

Bagi Grace, kunci dari pola asuh saat ini adalah harus tetap seimbang dan mencoba untuk berempati. Bukan hanya pada diri kita tetapi juga pada pihak-pihak lain yang terlibat.

"Jadi secara umum, parenting zaman now maupun jaman dulu, fokusnya cuma satu yaitu hal yang terbaik untuk si kecil," pungkas Grace.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)