LANGIT7.ID - , Jakarta - Merokok merupakan kebiasaan yang buruk bagi kesehatan, baik bagi si perokok atau orang di sekitarnya. Meski bahaya rokok disadari banyak orang, namun bagi perokok hal tersebut tidaklah mudah dilakukan.
Rokok bersifat adiksi yang membuat perokok menjadi kecanduan dan sulit melepaskan kebiasaan tersebut. Karena itu, dibutuhkan motivasi bagi mereka yang ingin berhenti merokok.
Baca juga: Ingat Merokok Membatalkan Puasa, Ini DalilnyaIndonesia Youth Council for Tobacco Control (IYCYC), Rama Tantra S membagikan saran bagi Anda yang ingin membantu keluarga atau kerabat yang ingin berhenti merokok.
"Berhenti merokok itu tidak mudah, tetapi jika ada keluarga Anda misal bapak atau abang yang ingin berhenti merokok, maka pertama yang harus Anda lakukan yakni bantu dorong mereka melalui pendekatan keluarga," ujar Rama dalam acara bertajuk 'Rokok & Pandemi Covid-19', Kamis (24/3/2022).
Rama menyarankan untuk menggunakan orang terdekat yang paling didengar. Tujuannya agar mereka bisa mempengaruhi pola pikir serta perilaku si perokok tersebut
"Lakukan hal tersebut sampai ia menemukan niat besarnya untuk berhenti merokok. Niat berhenti merokok ini bisa dimulai dengan mengurangi rokok. Misal ia biasanya sehari satu bungkus, maka dikurangi dengan dua batang sehari dan lainnya," tambah Rama.
Lebih lanjut, Rama mengatakan, ketika niat tersebut telah ditemukan, maka yang harus dilakukan selanjutnya yakni dukung dari lingkungan. Misalnya dengan mengajak ke tempat yang tidak memancingnya untuk kembali merokok.
Baca juga: Santri Merokok, Haruskah Dikeluarkan dari Pondok Pesantren?"Jika dirumah jangan memperlihatkannya dengan asbak. Kemudian jangan membawanya ke kafe yang tempat nongkrongnya memperlihatkan banyak orang merokok dan lainnya," katanya.
Selalu memberikan dukungan, motivasi, edukasi, sosialisasi kepada mereka yang ingin berhenti merokok. Rama meminta keluarga untuk menyampaikan fakta-fakta terkait bahaya rokok, agar pengetahuan tersebut dapat membuat mereka menyadari risiko merokok.
"Kalau aku selalu bilang, bahwa niat itu dibangun dulu di lingkungan sekitarnya. Kemudian, sosialisasi harus terus dilakukan juga untuk meningkatkan pemahaman mereka," pungkasnya.
(est)