LANGIT7.ID - , Jakarta - Pola hidup sehat merupakan suatu kebiasaan yang patut dimiliki oleh setiap manusia agar ia terhindar dari berbagai macam penyakit. Dalam suatu negara, peran pemerintah dalam menjaga kesehatan rakyatnya sangatlah penting agar kebiasaan pola hidup sehat selalu terjaga.
Hal tersebut sudah dilakukan oleh negara Spanyol, makanya tidak heran jika negeri Matador ini disebut memiliki sumber daya manusia paling sehat di dunia.
Baca juga: Dubes RI untuk Spanyol: Islam Agama yang Modern dan MajuDuta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Spanyol, Dr Muhammad Najib, mengatakan masyarakat Indonesia perlu belajar dari Spanyol soal pola hidup sehat yang mereka lakukan.
"Orang Spanyol itu pada umumnya sangat memperhatikan kebersihan. Jadi jika kita pergi ke rumah makan dan melihat toiletnya atau jalan-jalannya itu sangat bersih. Sangat jarang ada sampah berserakan dimana-mana," kata Muhammad Najib saat wawancara khusus dengan Langit7, Kamis (24/3/2022).
Ia menambahkan, bahkan bagi mereka yang suka memelihara hewan seperti anjing, orang Spanyol akan langsung membersihkan kotoran dan membuang di tempat yang semestinya.
Kemudian, lanjut Najib, terkait perawatan atau perhatian kesehatan di Spanyol itu semuanya menggunakan asuransi dan itu gratis, sehingga check up sudah menjadi kegiatan rutin mereka.
Duta besar yang aktif melakukan komunikasi dengan berbagai pihak di Spanyol ini lalu mengaku dirinya pun kerap kali melakukan check up. Pemerintah Spanyol memberikan fasilitas kesehatan gratis untuk warganya.
"Ketika ingin berobat, apapun penyakitnya tidak perlu bayar dan itu kelasnya sama, maksudnya sama bagusnya, tidak ada yang jelek sehingga jika orang-orang tertentu memiliki penyakit atau ada yang istrinya melahirkan, itu gratis. Terpenting perlakuan mereka kepada pasien Spanyol dan non Spanyol itu sama. Artinya sama baiknya, sama ramahnya," ungkapnya.
Najib juga menjelaskan bagaimana pemerintah Spanyol cukup perhatian dengan makanan-makanan yang beredar, seperti daging dan ikan.
Baca juga: Dubes Turki Resmikan Pusat Studi Peradaban Islam Kerjasama Indonesia-Turki di UIN Jakarta"Kalau di Jakarta cari ikan bagus untuk di pasar tradisional kan susah, tahu saja diformalin apalagi ikan. Kata teman-teman itu ikan yang ada di pasar sudah mati berkali-kali dan itu tidak jarang yang di formalin," lanjut dia.
Hal tersebut tentu sangat mengganggu terhadap kesehatan. Berbeda halnya dengan Spanyol yang menjamin kesehatan dari makanan yang beredar. Karena itu, Najib menambahkan, eksportir makanan Indonesia ke Spanyol sangat sulit.
Karena begitu banyak makanan tidak sehat di Indonesia dan tidak terkontrol. Sehingga ketika harus dikirim ke Spanyol maka hal tersebut akan ketahuan, misal pewarna dan pengawet yang berpotensi menimbulkan kanker dan sebagainya.
(est)