Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dubes RI untuk Spanyol: Islam Agama yang Modern dan Maju

Muhajirin Jum'at, 25 Maret 2022 - 14:00 WIB
Dubes RI untuk Spanyol: Islam Agama yang Modern dan Maju
Duta Besar Indonesia Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib (foto: Langit7)
LANGIT7.ID, Jakarta - Duta Besar Indonesia Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib, menekankan, Islam merupakan agama paling modern dan maju. Itu terlihat dari salah satu inti ajaran Islam yakni perintah menuntut ilmu.

Hal tersebut sudah pernah dibuktikan pada masa Bani Abbasiyah dan Bani Umayyah. Pada masa itu, umat Islam benar-benar menjadikan ilmu sebagai pijakan segala aktivitas sehingga mampu menciptakan peradaban besar.

Jejak sejarah dari peradaban Islam mesti ditelaah dan diaplikasikan kembali agar kejayaan peradaban Islam tak sekadar retorika semata. Najib mencontohkan peradaban Islam di Andalus. Saripati peradaban Andalus bisa dipetik untuk menyikapi dunia saat ini dan masa depan.

Umat Islam di Andalus dari abad ke-7 hingga abad ke-14 sangat memperhatikan ilmu. Bahkan, mereka sangat memperhatikan sains dan teknologi dan menekuninya sebagai bagian dari ibadah. Itu sejalan dengan perintah Al-Qur’an.

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (QS. Ali Imran: 190).

Banyak pula hadits yang memerintahkan umat Islam untuk menuntut ilmu. Ada kewajiban untuk menuntut ilmu sejak dari lahir sampai ke liang kubur. Narasi dari Al-Qur’an dan hadits perlu diaplikasikan di tengah masyarakat, agar Islam bisa kembali berjaya.

Baca juga: Sejarah Kebangkitan Islam di Spanyol Jadi Inspirasi Kemajuan Barat

“Ini menunjukkan pentingnya sains dan teknologi, ilmu pengetahuan bagi umat Islam untuk mengartikulasikan pesan al-Qur'an agar islam menjadi rahmatan lil-alamin,” kata Najib dalam wawancara Khusus dengan LANGIT7.ID, Kamis malam (24/3/2022).

Para fuqaha mengartikan, rahmatan lil-alamin berarti Islam membawa kebaikan ketentraman, dan kedamaian kepada seluruh umat manusia, apapun agama suku dan etnis. Bahkan, tak terbatas pada manusia saja, namun termasuk alam semesta secara keseluruhan.

“Jadi, Islam itu modern sekali, maju sekali. Hanya karena kebodohan umatnya yang menyebabkan Islam nampak terbelakang, bodoh dan tertinggal. Ini persoalan penting, Tantangan kita, saat bagaimana kita mencerahkan,” ucap Najib.

Najib menyampaikan satu tesis yang disampaikan Jamaluddin Al-Afghani, seorang pengembara muslim yang hidup antara akhir abad ke-19 dan awal ke-20. Dia melancong dari satu kota Islam maju ke kota lain, mulai dari Baghdad, Damaskus, Kairo, dan terakhir ke Paris.

“Dari Paris inilah dia menemukan satu tesis penting: orang Barat maju karena meninggalkan agama, orang Islam tertinggal karena meninggalkan agamanya,” kata Najib.

Tesis itu muncul sekitar 100 tahun lalu. Sementara, renaissance (era pencerahan) memerlukan waktu 500 tahun, dihitung sejak Barat belajar ilmu pengetahuan dari Andalus.

Renaissance itu indikatornya ditemukannya Revolusi Industri di inggris dan revolusi politik di Prancis akhir abad 16 atau awal abad ke-17, sementara orang Barat sudah belajar pada Islam sejak abad ke-12 di Andalus,” ucap Najib.

Najib menyimpulkan, renaissance tidak terlepas dari masa kejayaan Islam di Andalus. Mereka terus belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Sehingga, perkembangan ilmu pengetahuan saat ini tidak bisa dipisahkan dari era keemasan Islam, baik di Andalus maupun di Baghdad.

“Sebenarnya Andalusia ini merupakan duplikasi dari Baghdad. Kalau pernah dengar Bayt Al-Hikmah di Baghdad, itu bentuk revolusi ilmu pengetahuan. Bagaimana buku-buku dari berbahasa China, Yunani, Persia diterjemahkan ke dalam bahasa Arab di Bayt Al Hikmah,” kata Najib.

Najib menyebut Bayt Al-Hikmah bukan sekadar perpustakaan, tapi sudah termasuk universitas. Sebab, bukan sekadar penerjemahan buku-buku asing, tapi ada juga kegiatan ilmiah lain seperti pengkajian ilmu pengetahuan dari berbagai negeri.

“Ilmu pengetahuan itu awalnya terpisah umat islam mengintegrasikannya. Dari situ muncul ilmu baru, ilmu astronomi, optik, politik, matematika, termasuk kedokteran modern,” kata Najib.

Baca juga: 10 Hal Sehari-hari yang Diciptakan Seorang Muslim

Dia mencontohkan ilmu kedokteran modern yang dipelopori Ibnu Sina. Ibnu Sina menemukan metode pengobatan untuk orang sakit secara terukur. Dia juga yang mengawali metode rumah sakit, orang sakit harus difasilitasi dan dipantau selama 24 jam.

“Sampai sekarang pengetahuan medis yang ada di dunia merupakan turunan atau warisan Ibnu Sina. Tragisnya, warisan dunia Islam, kedokteran modern lebih dikembangkan oleh Barat, sementara umat Islam lebih mengandalkan doa-doa. Ini tantangan besar bagi umat Islam,” tutur Najib.

Begitu pun dengan musik. Orang Barat belajar musik dari orang Islam. Sekolah musik pertama ada di Baghdad, kemudian diduplikasi di Andalusia, dari Andalusia orang barat belajar musik.

“Berawal dari gambus, orang Barat menyederhanakan jadi gitar Spanyol seperti sekarang ini, dan sekarang gitar Spanyol jadi standar dunia,” ucap Najib.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)