LANGIT7.ID, Jakarta - Mantap berhijrah dari dunia permusikan tanah air, Uki eks Gitaris Noah kini semakin menunjukkan kedekatannya dengan Sang Khalik. Dia kerap tampil dengan busana muslim dengan gamis kekinian dan tampak memelihara jenggotnya.
Mohammad Kautsar Hikmat, atau Uki eks Noah, kini lebih memilih untuk menggunakan nama panggilannya dengan Uki Kautsar. Hal ini menjadi salah satu poin penting bahwa ia benar-benar meninggalkan dunia musik.
Usai berhijrah, Uki kini disibukkan dengan menjalankan bisnisnya yang bergerak di busana muslim anak muda, Emka Clothing. Dari produknya apparelnya ini ia juga memanfaatkannya sebagai ladang dakwah.
Melalui bisnis clothing-annya ini ia mencoba untuk menyebarkan dakwah Islami kepada anak muda. Beberapa pesan positif disematkan dalam produk bajunya, termasuk tentang riba, jihad, tawakal, sabar, dan lainnya.
Selain itu, di instagramnya @uki_kautsar ini juga penuh dengan warna-warni postingan yang bernuansa Islami. Ia kerap membagikan beberapa penggalan motivasi dan inspirasi dalam urusan agama.
“Saat ini, fokus di brand clothing (apparel), kebanyakan brand untuk anak muda muslim. Sama masih ngerjain sound system. Ada beberapa sisa alat dari studio, jadi untuk beberapa kajian yang membutuhkan bisa kita bantu,” katanya di kanal Youtube Moslem Journey.
Baginya, lewat produk apparel menjadi bentuk dakwah yang bisa ia lakukan saat ini untuk menyebarkan kebaikan. Ia teringat dulu ketika masih tergabung ke dalam group band, apparel menjadi bentuk dari sponsor yang sering digunakan oleh kebanyakan musisi.
“Dengan kita memakainya berarti kita turut mengiklankan suatu produk yang ada di situ. Kali ini saya fokus di fesyen anak muda muslim, mudah-mudahan juga menjadi motivasi dan inspirasi mereka,” ujarnya.
Memilih hijrah dan menjadi pebisnis, Uki tidak takut akan kekurangan rezeki. Walaupun ia mengaku terdapat perbedaan pemasukan dari menjadi musisi dibandingkan dengan usahanya saat ini.
Ia menyebutkan, penghasilannya di band dulu sudah lebih dari cukup. Apalagi, ia selalu menerapkan pola hidup hemat dan berkecukupan sehingga tidak menghamburkan uangnya.
Bahkan saat ini, ia mengaku penghasilannya dari band cukup menumpuk. Setelah hijrah, ia mulai memiliki pengetahuan lebih dalam soal kepemilikan harta dalam Islam.
“Kalau soal uang banyak yang lebih dari saya, tapi bahagia belum tentu. Saya sempat berpikir harus ke mana uang yang menumpuk ini. Uang itu tidak kelihatan tapi kita timbun, karena kita takut besok mau makan apa, karena belum ada keyakinan untuk rezeki esok hari. Padahal orang dulu tidak pernah menumpuk harta tapi tetap menjadi orang yang mulia,” katanya.
Dilansir sumedang.jabarekspres.com, musisi yang memutuskan hengkang dari Noah sejak 8 Agustus 2019 ini ternyata membuka rumah makan gratis di wilayah dekat Kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Diberi nama Rumah Makan Gratis Uki Kautsar, rumah makannya ini kian ramai dengan pengunjung dari berbagai kalangan, karena memang pengunjung bisa menikmati makan mereka tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun.
Menurut salah satu pengurus rumah makan tersebut, Ustadz Irpan, Uki sesekali datang berkunjung untuk sekedar melihat perkembangan, dan tanggapan dari masyarakat sekitar. Uki memang berniat membagikan rezeki yang ia dapatkan. Dalam sehari setidaknya 300-400 porsi makan secara gratis ludes dinikmati oleh pengunjung.
Hijrah dari Panggung Musik Tanah AirMuslim 39 tahun ini, mengisahkan awal hijrahnya karena sempat mendapatkan pertentangan batin dalam hatinya terkait profesinya sebagai musisi dan ajaran agama Islam. Gejolak hatinya ini bermula ketika ia berangkat menjalankan ibadah Umroh pada 2015 silam.
Keputusannya untuk Umroh inipun diakuinya sebagai petunjuk dari Tuhan. Sebab, Umroh tidak pernah menjadi bagian dari agenda kegiatannya.
Saat itu, Uki mengaku sedang ada acara manggung di London bersama bandnya, di saat yang sama, ia mendapatkan tawaran dari teman istrinya yang menawarkan untuk Umroh. Ia pun memutuskan meninggalkan kegiatan manggungnya dan lebih memilih untuk Umroh.
Dari situ, Uki mulai mencoba mempelajari ilmu agama yang diaksesnya dari beberapa kajian pengajian di Youtube. Dari kajian itu, didapatkan beberapa kajian yang menyebutkan bahwa profesinya bertentangan dengan ajaran agamanya, dan membuatnya bimbang.
Kebimbangan itu semakin menemukan titik terang setelah ia bertemu dengan salah satu ustadz yang direkomendasikan oleh rekannya, dan memutuskan untuk hengkang dari dunia permusikan.
Dalam akun instagram @syafiqrizabasalamah_official, Uki menuturkan untuk hijrah diperlukan kesiapan mental dan batin. Dari kajian Ustadz Riza itu juga, ia mengaku mendapatkan kemantapan hati untuk meninggalkan segala embel-embel permusikan yang pernah menjadi bagian hidupnya dulu.
Ustadz Riza mendoakan agar Uki tetap mendapatkan ketenangan hati setelah mantap berhijrah. Selain itu ia juga mendukung semua umat untuk tidak pernah berhenti belajar terkait persoalan agama.
“Sesama saudara muslim agar kita bisa saling mensupport pilihan hijrah yang dipilih oleh Uki. Semoga saudara seiman kita untuk tetap istiqomah di jalan yang Allah ridhoi,” ujarnya.
(jqf)