Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 01 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Hati-hati Kolesterol Naik, Hindari Takjil Manis dan Gorengan saat Berbuka

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 31 Maret 2022 - 16:32 WIB
Hati-hati Kolesterol Naik, Hindari Takjil Manis dan Gorengan saat Berbuka
Pisang goreng dan segelas kopi. Foto: Langit7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Ramadhan merupakan bulan istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Umumnya di bulan ini menu masakan yang tersaji pun spesial atau tidak biasa seperti hari-hari lainnya.

Namun, ternyata ini menjadi celah untuk lupa menjaga pola makan, khususnya saat berbuka puasa. Mulai dari takjil minuman manis, gorengan, atau makanan bersantan. Kondisi ini pun memicu peningkatkan kolesterol akibat mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan gula berlebih tersebut.

Padahal, kadar kolesterol tinggi bisa menimbulkan banyak penyakit seperti jantung koroner, stroke, hingga penyumbatan pembuluh darah.

Baca juga: Tiga Srikandi Akademisi, Hasilkan Produk Yogurt Berkhasiat Atasi Kolesterol Jahat

Dokter spesialis gizi klinis RS Siloam Kebon Jeruk dr. Sheena R. Angelia, M.Gizi, SpGK, mengakui kadang-kadang memang orang kerap lengah menjaga asupan nutrisi berkualitas dan mudah khilaf ketika tersaji banyak makan enak saat berbuka di bulan puasa.

“Padahal saat berpuasa, banyak orang cenderung mengurangi aktivitas fisik karena khawatir membatalkan ibadah puasa. Hal ini menimbulkan risiko “sedentary lifestyle” yaitu gaya hidup yang minim aktivitas fisik," kata dr Sheena yang dikutip dari siaran pers, Kamis (31/3/2022).

Ia menambahkan, jika dikombinasikan dengan pola diet kurang sehat, gaya hidup semacam ini dapat berisiko. Terkadang orang menganggap makan segalanya saat berpuasa adalah apresiasi terhadap diri karena telah berpuasa selama belasan jam.

"Tanpa disadari, kita suka berbuka puasa dengan makanan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti daging berlemak, jeroan, junk food, atau makanan tinggi lemak jenuh lainnya, seperti makanan/minuman bersantan, gorengan, sebagai reward setelah berpuasa selama belasan jam. Alhasil, kadar kolesterol jahat dalam tubuh pun meningkat,” tutur dr. Sheena.

Baca juga: Beda Gula Darah, Periksa Kolesterol Tak Disarankan lewat Ujung Jari

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018, menunjukan bahwa 6,3% penduduk berusia 15-34 tahun dilaporkan memiliki kolesterol tinggi. Jumlah tersebut diduga meningkat selama pandemi COVID-19, karena memicu kebiasaan “rebahan” dan kebiasaan lainnya yang mencirikan sedentary lifestyle di era yang serba instan ini.

Sejatinya, kolesterol adalah senyawa yang diperlukan tubuh untuk memproduksi hormon, vitamin D, dan komponen lain yang digunakan untuk mencerna makanan. Namun, menurut dr Sheena, jika jumlah kolesterol dalam tubuh terlalu banyak atau tidak ada keseimbangan antara LDL dan HDL, justru membawa dampak buruk dan menimbulkan berbagai penyakit seperti penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, dan hipertensi.

"Di tahap awal, tidak ada gejala khusus saat kadar kolesterol di tubuh kita meningkat, namun jika kadar kolesterol sudah lebih dari 200 mg/dL, biasanya muncul berbagai gejala tidak nyaman seperti Sering sakit kepala, tengkuk hingga bahu terasa pegal dan kaku, nyeri pada persendian, munculnya benjolan pada tendon persendian (Xanthoma), dan gumpalan-gumpalan seperti jerawat di bawah kelopak mata (Xanthelasma),” papar dr. Sheena lebih jauh.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kadar kolesterol, mulai dari mengadopsi pola makan gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, lemak baik, dan tinggi serat.

Baca juga: Anak Muda Juga Bisa Stroke, Berikut Cara Mengidentifikasi

Kemudian, disarankan juga mengurangi mengonsumsi makanan-makanan dengan kandungan lemak jenuh yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol, serta meningkatkan aktivitas fisik serta berolahraga selama 15-30 menit, sebanyak 3-5 kali seminggu secara rutin. Plus, hindari merokok dan pengelolaan stress juga harus diperhatikan.

Di samping itu, cara terbaik lain untuk menangani kemungkinan peningkatan kadar kolesterol adalah dengan medical check-up secara rutin. Sehingga ketika kadar kolesterol di dalam tubuh meningkat, bisa segera terdeteksi dan melakukan perubahan gaya hidup, khususnya pola makan dan aktivitas sehari-hari.

"Jadi, kita harus waspada karena siapapun bisa mengalami hiperkolesterolemia, meskipun awalnya tanpa gejala serius awalnya,” tambah dr. Sheena.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 01 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)