Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Serba-serbi Studi di Australia, dari Perkuliahan sampai Biaya Hidup

Muhajirin Kamis, 07 April 2022 - 05:00 WIB
Serba-serbi Studi di Australia, dari Perkuliahan sampai Biaya Hidup
Salah satu sudut Monash University (foto: Wikimedia)
LANGIT7.ID, Jakarta - Australia menjadi salah satu tujuan belajar yang banyak diminati pelajar Indonesia. Benua yang berjuluk Negeri Kanguru itu memiliki banyak perguruan tinggi terkemuka dengan kualitas pendidikan yang tak diragukan lagi. Di sana terdapat Australian National University, University of Melbourne, University of New South Wales, University of Queensland, dan Monash University.

Lalu, bagaimana gambaran kuliah di Australia? Kyra Kiara, Mahasiswi Monash University, bercerita suka-duka menjalani keseharian sebagai mahasiswi asal Indonesia di Australia. Dia mengambil jurusan Bachelor of Science (S1) jurusan Zoology di Monash University.

Ada banyak hal yang perlu di persiapkan jika hendak kuliah di Australia. Seperti Kyra, saat daftar dibantu IDP Education, semua berkas akan diurus oleh IDP itu. Namun, yang paling penting adalah tes International English Language Testing System (IELTS).

Baca juga: Sering Traveling, Ternyata Luna Maya Belum Pernah ke Sini

“Untuk kampusku sendiri, minimal harus 6.5 overall, dan masing masing kriteria enggak ada yang boleh di bawah 6.0,” tulis Kyra di akun Twitter-nya, Rabu (6/4/2022).

Biaya Hidup

Di Australia, biaya sekali makan di restoran bisa menghabiskan $15-$30 (Rp150-Rp300 ribu) untuk satu hidangan. Jika ingin berhemat bisa masak sendiri dengan menyediakan $30 untuk berbelanja bahan makanan.

“Tapi balik lagi ke masing masing. Aku kan orangnya pelit banget. Menurut temen-temen aku, $30 itu masih kurang. Jadi, harus tau kalian lebih ke tipe yang mana. Aku uangnya juga pas-pasan, jadi sering nggak main dan aku juga harus nyari kerja part-time,” kata Kyra.

Biaya yang mahal adalah harga sewa kos atau apartemen. Sewa apartemen di kota sekitar $350-500 Per pekan (Rp3,5 juta lebih). Kyra memberikan tips, jika ingin mencari tempat tinggal, usahakan kos yang sudah termasuk semua yakni biaya air, listrik, dan ada heater.

“Biar enggak pusing kalo tiba-tiba bayaran kosan jadi mahal karena udah masuk fall atau winter,” tutur Kyra.

Tapi tenang saja, Anda bisa kerja paruh waktu memanfaatkan waktu kosong. Kyra menyebut, setiap mahasiswa bisa bekerja 20 jam per pekan. Di atas itu tidak boleh, karena menyangkut visa yang masuk dalam kategori visa pelajar, bukan working visa. Namun, saat ini karena Covid-19, pelajar boleh bekerja 40 jam per pekan.

“Sekarang ini, jujur bingung tapi aku mulai dari minusnya aja. Minusnya apa-apa mahal, makanannya enggak ada yang seenak Indonesia dan toko-toko di sini enggak ada yang 24 jam,” tuturnya.

Suka Duka Kuliah

Saat kuliah juga tergolong berat. Wajar, karena standarnya adalah perguruan tinggi terbaik. Setiap mahasiswa wajib mengambil 24 SKS dan dikebut dalam 1 semester. Waktunya cuma 3 bulan. Soal nilai juga sangat ketat. Semua memiliki standar tinggi.

Ngasih nilainya juga lumayan strict. They take academic misconduct very seriously. Things like plagiarism, cheating, hal hal kayak gitu kalo ketauan bisa langsung dikeluarin dari kampus. Jadi sebelum kejadian mending kita belajar dulu gimana cara ngecite yang proper, gimana caranya biar nggak self-plagiarism dll,” kata Kyra.

Akan tetapi, bukan berarti tidak ada kelebihannya. Kyra menyebut ada banyak kelebihan kuliah di Australia. Guru-guru di sana sangat baik dan menempatkan diri seperti sahabat. Saking akrabnya, mahasiswa tidak memanggil guru dengan sebut “Bapak/Ibu” tapi langsung memanggil nama saja.

Orang Australia juga sangat menganggap serius masalah kesehatan mental. Jadi, jika ada masalah pasti dibantu dan ditanggapi. Setiap kampus menyediakan konsultasi gratis. Jika ada tugas yang tidak dikerjakan karena masalah mental, itu tidak dipermasalahkan oleh pihak kampus.

Orang-orang di Australia juga beragam. Tentu akan memberikan pengalaman baru jika bisa berteman dari berbagai latar belakang negara. Kita bisa belajar budaya dan mendengar cerita di negara mereka.

Baca juga: Masyarakat Indonesia Lebih Suka Dompet Digital ketimbang Kartu

Di sisi lain, saat belajar di kelas sangat menyenangkan. Apapun opini yang disampaikan pasti dihargai. Jika salah pun tidak ada kata-kata ‘Kamu tidak perhatikan dari tadi?’ Atau ‘kan saya sudah jelaskan’.

“Selalu dipuji juga walaupun kita nggak bisa bisa banget atau masih kurang oke, jadi tuh kita nggak ngerasa pesimis! Rasanya belajar tuh dikelilingin sama guru guru yang suportif banget tapi ini aku di jurusan science ya, banyak yang bilang guru science emang baik baik,” kata Kyra.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)