LANGIT7.ID, Semarang - PSIS Semarang mencari manajer umum bisnis dan marketing yang dipersiapkan untuk mendukung dalam menggenjot pemasukan klub dalam menghadapi kompetisi musim depan.
Sebelumnya PSIS sudah mulai membangun gedung megah di Jalan Puspowarno Raya, Salaman Mloyo Semarang Barat. Pada akhir tahun 2021, juga merintis pembangunan lapangan yang akan digunakan untuk pemusatan latihan dalam pramusim.
Pondasi klub yang kuat tidak hanya infrastruktur, melainkan juga perlu dukungan sponsorship yang bisa memberikan dana segar untuk mengarung kompetisi.
Baca juga: Bukan Juara, Musim Depan PSIS Justru Fokus Kejar Lisensi Klub ProfesionalMenurut Komisaris PSIS Junianto, seorang GM bisnis dan marketing sangat dibutuhkan di tengah tantangan menghadapi industri olahraga. Di dalam dunia sepak bola modern sekarang ini, di antara suksesnya prestasi sebuah tim, memang diperlukan GM yang menunjang sebuah tim.
“Di klub-klub Liga 1 Indonesia sudah banyak dan lazim kita temui akan tetapi ada satu hal kekurangan yang saya amati di Liga 1 ini, yaitu managerial bisnis dan marketing yang fungsinya mengoptimalkan sumber pendapatan sebuah tim,” kata Junianto, Jumat (8/4/2022).
“Ini sangat kita butuhkan apalagi menuju era sepak bola modern, ditopang dengan bisnis tanpa adanya subsidi dari
owner atau pemilik,” imbuhnya.
Junianto menegaskan, PSIS sebagai klub profesional harus memiliki profit ke depannya. Apalagi klub kebanggaan Panser Biru dan Snex ini tengah merintis untuk melantai di bursa saham atau selama ini dikenal dengan istilah
initial public offering (IPO).
Baca juga: Masih Bertahan di PSIS, Ini Tekad Jonathan Cantillana“PSIS harus berkreasi menciptakan sumber pendapatan mulai sponsorship, tiketing, hak siar, merchandise dan lainnya secara maksimal. Mari kita ubah pemikiran lama, mengelola klub bola untuk menjadi lebih baik, ini perlu SDM ulet, cinta bola, jujur, punya naluri bisnis dan pantang menyerah,” ujarnya.
Ia ingin ke depan PSIS ini bisa berjalan seperti perusahaan yang dipimpinnya Wahyu Agung Grup, sudah memiliki sosok pengelola manajerial baik bisnis maupun pengembangan marketing sehingga unit usahanya seperti Charlie Hospital, Baja Indoraya, perhotelan, perkebunan kelapa sawit dan usaha lainnya terus berkembang hingga saat ini.
“Nanti saya sendiri dan CEO PSIS Yoyok Sukawi yang akan melaksanakan fit and proper test untuk posisi GM Bisnis dan Marketing PSIS,” ucapnya.
(sof)