Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 30 Juli 2026
home home & garden detail berita

Perlukah Tempat Wudhu Khusus di Rumah? Begini Penjelasan UAS

mahmuda attar hussein Ahad, 10 April 2022 - 15:50 WIB
Perlukah Tempat Wudhu Khusus di Rumah? Begini Penjelasan UAS
Tempat wudhu di sebelah kamar mandi. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Sebagian besar tempat wudhu di dalam rumah masih menyatu dengan kamar mandi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan menempelnya najis ketika akan berwudhu.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan, arsitektur rumah saat ini menggabungkan antara kamar mandi dengan toilet tempat buang air. Hal itu dilakukan demi efisiensi ruangan dalam rumah.

"Sehingga kita berwudhu pun di dalam satu tempat yang terdapat tempat buang air. Maka wudhunya orang itu tetap sah dan tidak menjadi masalah," kata dia dalam keterangannya, dikutip Ahad (10/4/2022).

Baca Juga: Mandi Jumat, Boleh Kah Berwudhu dalam Keadaan Talanjang?

Asalkan, lanjut dia, tidak menyebutkan nama Allah di dalam kamar mandi. Seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW ketika tidak menjawab salam saat berada di dalam kamar mandi.

"Maka niat berwudhu ataupun mandi junub dalam hati saja. Nabi juga melepaskan cincin yang ia kenakan ketika masuk kamar mandi yang menyatu dengan WC. Sebab di cincin itu terdapat tulisan 'Muhammad Rasulullah'," katanya.

Namun, tentu saja bagi Sahabat Langit7 yang memiliki ruangan cukup, ada baiknya untuk memisahkan ruangan tempat sholat dan wudhu secara khusus.

Hal itu demi menambah khusyuknya ibadah dan kenyamanan ketika akan berwudhu. Wallahu a'lam bishawab.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 30 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:58
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan