LANGIT7.ID, Jakarta - Menjalankan ibadah puasa di kompetisi terbaik di dunia, Liga Primer Inggris, bukan perkara mudah. Seorang pesepakbola profesional sangat paham bahwa kekuatan dan daya tahan penting untuk masa depan karir mereka di lapangan hijau.
Bagi pesepakbola muslim, berpuasa di siang hari membutuhkan stamina psikologis dan fisik ekstra untuk melewati Ramadhan. Ada sekitar 250 pemain terbaik di Liga Primer merupakan seorang muslim. Di antara mereka adalah Mo Salah, Paul Pogba, N’Golo Kante, dan Riyad Mahrez.
Pada 2020 lalu, organisasi nonprofit di London, Inggris, Nujum Sports meluncurkan Piagam Atlet Muslim untuk mendorong organisasi olahraga menghormati atlet muslim. Piagam itu mendorong organisasi olahraga mengadopsi praktik yang baik untuk membantu atlet muslim berkembang dan para penggemar merasa dicintai dan didukung.
Setidaknya, ada 10 poin yang tertuang dalam piagam tersebut. Antara lain, tidak mengonsumsi alkohol saat selebrasi, tempat shalat yang layak, makanan halal, dan berpuasa Ramadhan. Piagam itu mendapat dukungan dari lima klub Liga Primer Inggris dan 15 klub lagi dari EFL. Klub-klub tersebut berjanji mendukung piagam itu.
Baca juga: Ulama Lulusan English for Ulama Sebarkan Dakwah di ManchesterMelalui piagam itu, Nujum Sports mengirim perlengkapan ibadah, makanan halal, kurma, dan air zam-zam untuk atlet muslim. Itu merupakan bentuk dukungan dan penghargaan kepada setiap atlet yang beragama Islam.
“Kadang-kadang atlet, terutama pesepakbola, tidak memiliki keluarga di sini (Inggris) dan Ramadhan biasanya merupakan momentum menghabiskan waktu bersama keluarga,” kata Ceo Nujum, Ebadur Rahman, dikutip
thenationalnews, Senin (11/4/2022).
Piagam itu juga telah didukung oleh Kick it Out, Asosiasi Pendukung Sepakbola (FSA) dan badan amal Human Appeal. Anwar Uddin dari FSA mengatakan, piagam itu mengubah permainan (
game changer) bagi pemain muslim.
“Kami juga berharap komitmen kepada para penggemar muslim mendapat perhatian serius, sehingga kami dapat menginspirasi generasi baru,” tuturnya.
Watford FC, salah satu klub sepakbola Inggris, juga menyatakan dukungan terhadap piagam tersebut. “Kami merasa piagam ini akan memberikan manfaat besar untuk mendukung tim utama kami, tim wanita, dan para pemain akademi,” kata juru bicara Watford.
Pada 2021 lalu, pertandingan Leicester City melawan Crystal Palace dihentikan saat waktu buka puasa tiba. Keputusan ini memungkinkan tiga pemain muslim bisa berbuka puasa, yakni Wesley Fofana, Cheikhou Kouyate, dan Jordan Ayew.
Rahman menilai keputusan tersebut patut diapresiasi. Namun, dia menyarankan agar setiap pertandingan dihentikan sejenak untuk memberi kesempatan kepada pemain muslim berbuka puasa.
“Mengadakan buka puasa untuk pemain muslim adalah cara lain klub untuk menunjukkan dukungan mereka serta menjadi kesempatan yang sangat baik untuk membangun tim dan ikatan organisasi,” tuturnya.
Baca juga: Pelatih Leicester City Ungkap Tantangan Bermain saat RamadhanSelain kebijakan dari setiap klub, Professional Game Match Officials Limited (PGMOL), badan wasit di kompetisi profesional Inggris, pada Maret lalu, mengeluarkan aturan terkait hal ini.
Badan tersebut mempersilahkan wasit menghentikan laga sejenak dan memberikan kesempatan pemain muslim berbuka puasa. Aturan tersebut akan disepakati dulu oleh kedua kapten tim yang berlaga, sebelum peluit mulai.
Terdapat 10 dari 20 klub kontestan Liga Primer Inggris musim 2021-2022 yang dihuni pemain muslim. Selain Manchester City, Liverpool, dan Leicester, Tim lain yang memiliki pemain muslim adalah Chelsea, MU, Newcastle United, Arsenal, Everton, Wolverhampton Wanderers, dan Brighton and Hove Albion.
(jqf)