LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa isu perpanjangan masa jabatan presiden hanya sebatas wacana di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Menurut Sufmi Dasco, hal tersebut terbukti dengan proses tahapan pemilu yang saat ini sedang berjalan.
"Jelas kalau Presiden mau melantik KPU baru berarti tidak ada perpanjangan masa jabatan. Jika ada tahapan pemilu berarti tidak ada proses politik yang lain," ujar Sufmi Dasco kepada Langit7, Senin (11/4/2022).
Baca juga: Demo Mahasiswa Berakhir Ricuh, Ini Pandangan UlamaSufmi Dasco mengapresiasi aksi yang dilakukan mahasiswa. Dia bersama dua pimpinan DPR lain dan Kapolri menemui para mahasiswa yang berdemo di depan gedung DPR/MPR Senin (11/4).
Menurutnya aspirasi mahasiswa tersebut tepat ditujukan ke DPR/MPR.
"Oleh karena itu tadi sudah kami terima dengan baik aspirasi dari teman-teman Mahasiswa. Kemudian kita akan sampaikan dan diskusikan di parlemen, dan akan kami sampaikan kepada pemerintah pesan-pesannya," katanya.
Namun Sufmi menjelaskan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa mengenai penolakan presiden tiga periode dan penundaan pemilu sebenarnya sudah ditepis parlemen dengan proses tahapan pemilu.
"Saya harap ini dapat menjawab keresahan adik-adik mahasiswa," ujarnya.
Dia kemudian menaggapi mengenai pemberian hadiah korek kuping raksasa dari demonstran sebagai kritik agar wakil rakyat lebih mendengar aspirasi rakyat.
Baca Juga: Temui Pendemo, Pimpinan DPR Dihadiahi Korek Kuping Raksasa "Mengenai korek kuping, ya namanya aspirasi kita terima dan nanti kita sampaikan. Korek kupingnya saya simpan buat kenang-kenangan,' imbuh Sufmi Dasco.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa isu penundaan pemilu dan jabatan preesiden tiga periode masih wacana di tingkat DPR. Menurutnya wacana tersebut hanya ada di media sosial.
"Oleh karena itu apa yang mau kita tindak lanjuti sementara prosenya sendiri tidak ada," pungkasnya.
(sof)