LANGIT7.ID, Jakarta - Banyak pebisnis musiman yang muncul saat
Ramadhan dan mendapati omzet luar biasa selama satu bulan. Namun sayang usaha itu tidak berlanjut setelah lebaran.
Terdapat berbagai faktor yang membuat bisnis saat Ramadhan hanya mampu bertahan sebulan, baik karena Ramadhan sudah lewat, atau pun tidak niat untuk dilanjutkan.
Padahal dengan keuntungan
bisnis yang didapat selama sebulan penuh, seharusnya mampu membuat pebisnis pemula memikirkan kemandiriannya dengan menjadi pengusaha.
Berikut adalah tips yang dirangkum dari berbagai sumber, agar bisnis musiman saat Ramadhan bisa tetap bertahan seiring waktu.
Baca Juga: Ide Bisnis Jelang Hari Raya, Bikin Parsel dan Pasarkan Online1. Niatkan jadi enterpreneurSeperti diketahui, saat Ramadhan memang banyak terlahir pebisnis musiman. Sehingga, usai Ramadhan para pebisnis ini mulai kembali ke rutinitas pekerjaan utamanya masing-masing.
Padahal jika keuntungan bisnis selama sebulan Ramadhan sudah mampu melampaui dari gaji bulanan, seharusnya bisnis itu tetap dipertahankan.
Sebab, sangat disayangkan ketika bisnis yang mulai berkembang pesat hanya dimatikan begitu saja. Jadi niatkan sedari awal bahwa Sahabat memang akan menjadi enterpreneur.
2. Penyesuaian hargaKalau Sahabat biasanya menjual aneka kue dengan harga cukup mahal saat Ramadhan dan jelang Lebaran, maka disaat setelahnya perlu melakukan penyesuaian harga.
Hal itu dilakukan karena akan terjadi penurunan permintaan produk kue usai Lebaran. Ingat ya Sahabat, terjadi penurunan bukan kehilangan permintaan.
Artinya, produk kue ini masih memiliki permintaan di pasaran. Hanya saja sudah tidak membludak seperti saat Lebaran.
3. Kreatif dan inovatifSolusi dari turunnya permintaan pasar ini bisa disiasati dengan kreativitas dan inovasi dari produk dan strategi pemasaran yang digunakan.
Kalau Sahabat sebelumnya berjualan kue kering, maka untuk menyesuaikan di luar bulan Ramadhan bisa menjajakan produk camilan untuk dikonsumsi harian.
Ada banyak sekali produk camilan yang bisa digarap, misalnya saja seperti keripik kentang, makaroni pedas, baso aci, dan berbagai aneka camilan lainnya.
Selain itu, jika sebelumnya berjualan dengan cara melapak ataupun menawarkan kepada orang terdekat, di luar Ramadhan Sahabat bisa menggunakan platform digital untuk berjualan.
4. KualitasMengutamakan kualitas menjadi faktor penting untuk bisa mempertahankan sebuah bisnis. Sebab, kualitas ini yang akan menjaga kepercayaan konsumen terhadap sebuah produk.
Tenang saja, Sahabat juga tidak memerlukan modal tinggi atau membandrol harga jual lebih mahal untuk mengedepankan kualitas.
Caranya, tinggal meluaskan relasi dengan berbagai supplier bahan makanan. Sehingga untuk mendapatkan bahan premium produk makanan bisa dilakukan dengan cara kerja sama.
Dengan begitu, Sahabat akan menarik pelanggan dari mana pun, karena menghadirkan produk berkualitas dan harga bersaing.
5. Konsisten dan persistenMengembangkan bisnis hingga besar membutuhkan waktu yang tidak singkat. Dibutuhkan konsistensi dan persistensi untuk mengembangkannya.
Sahabat juga harus bisa menghadirkan solusi dari setiap tantangan yang ada. Sehingga menjadi pembelajaran yang akan menguatkan bisnis di kemudian hari.
Itulah beberapa tips untuk mempertahankan bisnis yang terlahir saat Ramadhan. Jadi, Sahabat harus sabar kalau ingin bisnisnya bisa bertahan dan berkembang dalam periode waktu yang lama.
Diharapkan, bisnis yang dijalankan setelah Ramadhan pun akan terus berkembang pesat. Sehingga dapat memberikan penghasilan juga membuka lapangan pekerjaan baru.
(bal)