LANGIT7.ID - , Jakarta - Pemerintah telah mengizinkan perjalanan mudik Lebaran 2022 dengan sejumlah syarat sebagai pengendalian wabah Covid-19. Salah satunya adalah vaksinasi
booster untuk memperkecil risiko penyebaran virus.
Karena itu pemerintah mendorong masyarakat untuk tidak menunda vaksinasi
booster agar saat mudik tercipta antibodi dalam tubuh.
Seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Jumat (15/4/2022), antibodi mulai terbentuk pada 1 sampai 2 minggu pasca vaksinasi
booster. Sebab itu, sebaiknya masyarakat yang ingin mudik lebaran, melakukan vaksinasi
booster jauh hari sebelum jadwal keberangkatan.
Baca juga: Waktu yang Tepat bagi Pelaksanaan Vaksin Booster di Bulan PuasaDi samping itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI siapkan pos layanan vaksinasi
booster di jalur mudik untuk mempermudah pemudik mendapatkan vaksinasi tersebut. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang memiliki jadwal vaksinasi
booster tepat saat mudik lebaran.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan pemberian vaksinasi pada pos mudik itu sebagai upaya terakhir. Masyarakat tetap diimbau untuk tetap melakukan vaksinasi booster sebelum mudik supaya perlindungan imunitas sudah ada saat melakukan mudik.
“Kita mengimbau kepada masyarakat kalau kita mau mudik nyaman dan aman hendaknya segera vaksin
booster, jangan dipaksain vaksinasi
booster pada saat mudik sehingga menghindari penumpukan keramaian di tempat vaksin,” kata Nadia dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (12/4/2022).
Untuk jumlah dan penempatan pos, lanjutnya, akan dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan, TNI, dan Polri. Karena ini terkait juga dengan persediaan SDM maupun juga pengelolaan rantai dingin vaksinnya.
Jumlah vaksin yang disediakan pada saat mudik lebaran ini, lanjut Nadia, disesuaikan dengan jumlah pos mudik. Sebagai contoh pos mudik besar bisa mencapai 1.000 dosis, sementara posko kecil mungkin sekitar 150 sampai 300 dosis.
Selanjutnya, jika ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) prosedur penanganan KIPI tetap disiapkan.
Baca juga: Pemerintah Diminta Sediakan Vaksin Booster Halal“Jadi akan ada ambulans yang
standby yang nanti akan membawa kalau memang ada kasus KIPI yang tentunya sesuai kriteria butuh perawatan di rumah sakit. Tapi kalau KIPI nya ringan cukup dengan minum pereda nyeri seperti
paracetamol,” tambahnya.
Selain itu untuk para pengelola berbagai moda transportasi kita meminta untuk memastikan semua pengemudi dan juga staf pendukungnya sudah mendapatkan vaksinasi
booster sesuai dengan jadwalnyaa sebelum masa mudik.
(est)