LANGIT7.ID, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat masyarakat berhati-hati mengomsumsi berbagai sajian makanan yang dijual di luar rumah. Kebijakan PPKM level 4 yang diberlakukan hingga 2 Agustus membuat publik semakin susah menikmati sajian kuliner, baik yang diperoleh di restoran atapun di warung tenda.
Situasi ini membuka peluang baru bisnis kuliner. Ada beberapa peluang bisnis rumahan yang bisa dimanfaatkan di saat pandemi Covid-19. Bahkan peluang bisnis ini cukup menjanjikan karena permintaan yang meningkat di situasi pandemi. Bisnis rumahan ini bisa dikerjakan siapa saja dan tidak membutuhkan modal yang besar. Bisnis minuman botol hingga camilan.
Berikut adalah peluang bisnis yang memiliki peluang besar dijalankan di masa pandemi Covid-19:
Kopi BotolanBisnis yang menjadi tren belakangan ini. Kebijakan PPKM membuat masyarakat tidak bisa berlama-lama nongkrong di kafe. Padahal bagi sebagian orang nonrong sambil ngopi menjadi gaya hidup.
Produk kopi botolan menjadi jawaban untuk memenuhi permintaan konsumen. Ditambah lagi pelaku usaha bisa berinovasi pada produk kopi botolan, seperti menambah varian rasa kopi gula aren, kopi alpukat, kopi es krim dan beberapa produk unik kopi lainnya.
Bisnis kopi botolan dilirik banyak konsumen juga karena menghadirkan bentuk kemasan yang unik. Selain itu, bisnis ini juga cenderung memiliki harga yang lebih murah dibandingkan harga kopi di kafe.
Froozen FoodFrozen food atau produk makanan beku ini bisa dijadikan lauk simple atau pun camilan. Dengan produk beragam, seperti bakso, sosis, nugget, bento, kebab, donat, dan varian lainnya.
Selain simple, harga dari frozen food juga relatif lebih murah. Bahkan produk ini juga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan usia, sehingga memiliki pasar yang luas dan bisa dimanfaatkan sebagai bentuk usaha jangka panjang.
Dengan menjaga kualitas dan menghadirkan produk variatif, peluang repeat order juga terbuka luas. Tentu ditambah dengan memberikan kualitas pelayanan yang baik dan kecepatan pengiriman.
Sambal kemasanMasyarakat Indonesia tidak terlepas dengan pendamping makanan mereka, yakni sambal. Bahkan saking diminatinya, perkembangan varian sambal semakin signifikan.
Terlebih, saat ini telah banyak beredar sambal dari berbagai daerah yang dipasarkan melalui platform digital. Selain varian sambal, seperti sambal teri, sambal bawang, sambal ijo, dan lainnya, sambal juga tersedia berbagai level pedas.
Hal ini tentu menjawab permintaan penikmat sambal yang berbeda-beda dalam menoleransi tingkat kepedasan sambal. Sehingga produk sambal kemasan bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, dan jangan lupa untuk memberikan kemasan yang menarik dengan memperhatikan kode produksi dan kadaluarsa produk sambal yang dihadirkan.
CamilanKebutuhan nyemil orang Indonesia kian meningkat seiring diberlakukannya kebijakan PPKM Level 4. Untuk menghindari kebosanan karena banyak aktivitas yang dilakukan di rumah, camilan menjadi salah satu cara masyarakat Indonesia menghilangkan kejenuhan.
Beberapa produk camilan yang bisa dihadirkan pun cukup beragam, seperti kreasi kue kering, keripik pedas, nugget, sosis bakar dan lainnya. Dengan harga relatif murah dan tersedia dengan berbagai pilihan, membuat konsumen mendapatkan kepuasan mereka tersendiri.
Bahan Makanan dan ResepIde bisnis kali ini, memang masih jarang ditemukan di Indonesia, tapi di luar negeri ide bisnis ini sudah banyak muncul di pasaran. Peluang dari bisnis bahan makanan dan resep ini juga bisa menjawab kebutuhan masyarakat di situasi pandemi.
Sistem yang ada pada bisnis ini adalah menyediakan paket bahan makanan sesuai dengan resepnya. Seperti misalnya paket sup ayam, maka penjual bisa menyediakan bahan keseluruhan yang dibutuhkan dalam membuat olahan masakan sup ayam, berikut panduan cara masaknya berupa resep.
Bisnis ini memiliki peluang yang menjanjikan saat pandemi dan diperkirakan akan menjadi bisnis yang baik dalam jangka panjang. Sebab, saat ini masih banyak orang yang memiliki keterbatasan keterampilan memasak.
Terlebih, di masa pandemi seperti ini banyak orang yang ekstra hati-hati dengan apa yang akan mereka makan. Sehingga dengan memperoleh bahan masakan yang ada dan mengolahnya sendiri membuat mereka mendapatkan jaminan kebersihan dan kesehatan terhadap makanan mereka.
(zul)