LANGIT7.ID, Jakarta - Asal usul takjil jarang diketahui oleh masyarakat Indonesia. Sebagian besar orang mengira takjil merupakan snack atau makanan ringan berbuka puasa.
Banyak orang yang membahasakan takjil merupakan makanan, bahkan restoran-restoran yang menyediakan paket menu berbuka. Namun kata tersebut tak memiliki arti makanan.
Kata takjil atau ta’jil (تعجيل) artinya bersegera atau menyegerakan. Kata ini diambil dari hadist Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam:
Artinya: Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka (puasa). (HR. Muttafaq 'alaih).
Makna takjil menurut ilmu bahasa arab ialah bersegera atau tanpa ditunda-tunda. Dengan kata dasar ajjala: yu’ajjilu artinya: menyegerakan, mempercepat.
Kesimpulannya jika ada pernyataan 'orang arab bertakjil dengan kurma', pengertian yang benar ialah mereka menyegerakan berbuka puasa dengan makan kurma, bukan dengan menu kurma.
Sumber: Kamus Al-Munjid 619, Al-Munawwir hal 1.063.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”