Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 08 Oktober 2026
home global news detail berita

Asal Usul Takjil, Artinya Bukan Snack Berbuka Puasa

mahmuda attar hussein Ahad, 17 April 2022 - 18:00 WIB
Asal Usul Takjil, Artinya Bukan Snack Berbuka Puasa
Ilustrasi berbuka puasa bersama. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Asal usul takjil jarang diketahui oleh masyarakat Indonesia. Sebagian besar orang mengira takjil merupakan snack atau makanan ringan berbuka puasa.

Banyak orang yang membahasakan takjil merupakan makanan, bahkan restoran-restoran yang menyediakan paket menu berbuka. Namun kata tersebut tak memiliki arti makanan.

Kata takjil atau ta’jil (تعجيل) artinya bersegera atau menyegerakan. Kata ini diambil dari hadist Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam:

Baca Juga: Orang Berkecukupan, Bolehkah Cari Takjil Gratis di Masjid?

"La yazalunnasu bikhairin ma‘ajjaluuhul fithra."

Artinya: Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka (puasa). (HR. Muttafaq 'alaih).

Makna takjil menurut ilmu bahasa arab ialah bersegera atau tanpa ditunda-tunda. Dengan kata dasar ajjala: yu’ajjilu artinya: menyegerakan, mempercepat.

Kesimpulannya jika ada pernyataan 'orang arab bertakjil dengan kurma', pengertian yang benar ialah mereka menyegerakan berbuka puasa dengan makan kurma, bukan dengan menu kurma.

Sumber: Kamus Al-Munjid 619, Al-Munawwir hal 1.063.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 08 Oktober 2026
Imsak
04:09
Shubuh
04:19
Dhuhur
11:44
Ashar
14:45
Maghrib
17:49
Isya
18:58
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan