LANGIT7.ID, Jakarta - Tradisi
mudik atau pulang kampung jelang lebaran Idul Fitri kerap dilakukan masyarakat di Indonesia. Bagaimana Islam melihat kebiasaan tahunan tersebut?
Penceramah,
Ustadz Abdul Somad menjelaskan, tujuan mudik atau pun merayakan hari raya Idul Fitri di kampung halaman tidak lain untuk menyambung tali silaturahmi.
“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahim.” (HR. Bukhari, Muslim).
Baca Juga: Pulang Kampung Naik Motor, Ketum HDCI Pesan Ini untuk PemudikMenurutnya, tidak ada yang lebih baik selain menyenangkan hati orang beriman. Apalagi, masyarakat perantau yang mencari rezeki dan nafkah di luar daerahnya, kemudian membawa hadiah ke kampung halamannya untuk menyenangkan orang lain.
"Saling berbagi hadiahlah kamu, maka kamu akan berkasih sayang," kata dia di kanal YouTube VDVC religi, dikutip Selasa (19/4/2022).
Asalkan, lanjut pria 44 tahun ini, hadiah tersebut diberikan dari hasil yang baik, dan tidak bersumber dari yang haram. Maka diperbolehkan hadiah tersebut untuk dimakan dan dipakai.
"Tapi jangan terlampau berlebih-lebihan dan tidak untuk kesombongan. Terlebih tujuannya untuk menyambung tali silaturahmi, maka akan sangat baik," katanya.
Selain itu, dengan silaturahmi atau bertemunya dua orang muslimin yang saling berjabat tangan, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya, bahkan sebelum mereka berpisah.
(bal)