LANGIT7.ID, Jakarta - Islam menjelaskan
adab kepada umatnya ketika melakukan perjalanan mudik atau pulang ke kampung halaman saat Lebaran. Salah satu hal yang paling utama yakni mematuhi aturan di jalan.
Penceramah,
Ustadz Khalid Basalamah, mengingatkan agar masyarakat yang melakukan mudik tetap dapat menjaga adab dan tata krama. Artinya, mereka dalam perjalanan mudiknya tidak boleh mengganggu kenyamanan pemudik lain.
"Tidak boleh ugal-ugalan, mengganggu dengan suara knalpot bising, atau parkir sembarangan. Semua harus dijaga, karena Ramadhan seharusnya melatih kita untuk ini (adab dan tata krama)," ungkapnya dikanal YouTube Gazwah TV, dikutip Selasa (19/4/2022).
Baca Juga: Keringanan Ibadah bagi Pemudik, Bolehkan Batalkan Puasa?Selain itu, seorang muslim ketika sampai di kampung halamannya juga harus mendahulukan silaturahmi dengan orang tua ketimbang orang lain.
"Kita tidak boleh mendahulukan orang lain. Duduk, silaturahmi, dan berbaktilah kepada orang tua, karena itu target utama sebetulnya," katanya.
Menurutnya, silaturahmi dengan kerabat dan sahabat baru bisa dilaksanakan ketika sudah memberikan bakti terbaik kepada orang tua.
Di sisi lain, mudik dengan niat rekreasi juga diperbolehkan. Asalkan, rekreasi itu tidak sampai berujung pada kemaksiatan.
"Jangan kalian pergi ke tempat wisata lalu melihat aurat, atau bahkan meninggalkan shalat. Jadi seakan-akan Idul Fitri itu adalah pesta terbukanya kembali pintu kemaksiatan, ini salah sekali," tegasnya.
Di samping itu, ustadz 46 tahun itu mengimbau, agar umat tidak melupakan akad kerjanya. Dikhawatirkan niat baik mudik justru bisa rusak karena hal ini.
"Kalau memang melebihi batas waktu libur Lebaran, maka harus izin. Jangan sampai meninggalkan kewajiban kerja semaunya hanya karena alasan mudik," ungkapnya.
(bal)