LANGIT7.ID, Kendal - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, terus memantau peta penyebaran Covid-19 yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Dalam dua pekan ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkeliling ke daerah guna memastikan upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Pemda setempat.
Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Kendal, Jawa Tengah dalam rapat koordinasi dengan Bupati Kendal Dico Ganindito dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (30/7/2021). Dalam kunker tersebut, Mendagri Tito Karnavian meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus bekerja keras, walaupun di tengah angka penularan Covid-19 yang masih fluktuatif.
"Kami datang untuk memotivasi teman-teman (jajaran Pemda) di tengah lonjakan varian baru khususnya varian Delta. Ini dimaksudkan agar temen-temen lebih aware, lebih antisipatif dibanding saat menghadapi varian sebelumnya," kata Tito Karnavian seperti dikutip dari laman resmi Kemendagri.go.id.
Pada pertemuan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Kendal, Mendagri turut mengajak Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Bahtiar, Dirjen Keuangan Daerah Mochamad Ardian Noervianto dan Kapuspen Benni Irwan.
Tito juga menjelaskan pertimbangan pilihannya mengunjungi Kabupaten Kendal sebagai rangkaian kunjungan kerja ke Jawa Tengah. Menurutnya, di Jateng juga terjadi peningkatan penularan Covid-19.
Lebih lanjut, Tito menyampaikan bahwa dari paparan Bupati Kendal Dico Ganundito nampak ada tren penurunan setelah pelaksanaan PPKM. Meski begitu, Pemda setempat masih memiliki pekerjaan rumah karena anggaran insentif nakes baru cair sekitar 26,8%.
"Pak Bupati tinggal duduk bareng dengan kepala dinas kesehatan, segera dapat dicairkan karena tenaga kesehatan adalah frontliner dalam menghadapi pandemi. Insentif itu akan menaikan semangat mereka," ujar Tito.
Sebagai informasi, Mendagri Tito selama kunker telah mengunjungi beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat. Di antaranya Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Cirebon. Sebelumnya, ia juga melakukan kunker ke Kabupaten Brebes dan memastikan tidak ingin ada cluster industri di sana.
(sof)