LANGIT7.ID, Jakarta - Sebagian umat Islam berlomba-lomba meraih malam
lailatul qadar di bulan Ramadhan. Momen tersebut dirahasiakan agar kaum muslimin meningkatkan kualitas ibadah.
Penceramah,
Ustadz Khalid Basalamah mengatakan, Allah menjelaskan malam lailatul qadar khusus di Al-Quran, dalam surah Al-Qadar karena keistimewaannya waktu tersebut.
Dalam sebuah hadist, Khalid menjelaskan, Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang bangun untuk beribadah pada saat lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(HR Bukhari Muslim).
"Para sahabat dan ulama-ulama salaf mandi dan memakai minyak wangi pada 10 malam terakhir Ramadhan untuk mencari lailatul qadar," kata Khalid dalam kutipan ceramahnya dikutip Rabu (20/4/2022).
Baca Juga: Lebih Baik dari 1.000 Bulan, Berikut Penjelasan tentang Lailatul QadarBeribadah di malam lailatul qadar sama dengan 1.000 bulan. Hal ini termaktub dalam surah Al-Qadar: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan."
"Beribadah di malam lailatul qadar itu pahalanya dilipatgandakan. Semisal mengucapkan 'subhanallah' saja saat lailatul qadar, sama juga mengucapkan kalimat tersebut selama 83 tahun 4 bulan, begitu juga sholat, sedekah dan ibadah lainnya," kata Khalid.
Umat Islam harus mengenali ciri-ciri malam lailatul qadar. Dalam beberapa riwayat, Sahabat Nabi pernah mengatakan, mendapatkan malam lailatul qadar berpedoman pada pedoman Rasulullah.
Dalam sebuah hadist disebutkan, Rasulullah bersabda: "Lailatul qadar adalah malam tenteram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah," (HR Ath Thayalisi di Musnadnya hal 349 no 2680).
(bal)