LANGIT7.ID, Jakarta - Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah Lailatul Qadr, suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Malam apakah itu serta apa tanda-tandanya? Berikut lima fakta Lailatul Qadr dikutip buku "Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut Al-Qur'an dan Sunnah" karya Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman dan Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi:
1. Keutamaan Waktu Malam Lailat (ليلة) yang berarti malam. Dipilih malam hari menunjukkan keistimewaan waktu malam. Oleh karena itulah, Allah dan rasul-Nya seringkali menyebut waktu malam seperti:
Surat Al-Qaf ayat 40:
Baca Juga: 7 Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَاَدْبَارَ السُّجُوْدِ
Artinya: Dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam hari dan setiap selesai salat.
Ayat ini memerintahkan kepada nabi-Nya, supaya bertasbih kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai shalat. Hal itu karena pada waktu malam terdapat kebeningan hati, keikhlasan, dan ketenangan jiwa.
2. Malam Kemuliaan Al-Qadr menurut penafsiran yang mahsyur berarti kemuliaan. Malam Qadr atau Lailatul Qadr disebut sebagai malam kemuliaan yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Qur'an dan turunnya para malaikat membawa berkah atau kesejahteraan.
Surat Ad-Dukhan ayat 3-4:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْن
فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍَۙ
Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya pada maam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan. Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.
3. Malam Ditetapkannya Takdir Imam Nawawi berkata: “Para ulama menjelaskan :‘Dinamakan Lailatul Qadr karena pada malam itu para malaikat menulis segala takdir.’” Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: “Pendapat ini diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dan para ahli tafsir lainnya dengan sanad shahih dari Mujahid, Ikrimah, Qatadah, dan lain-lain.”
Baca Juga: Tafsir Ali Imran 102: Laksanakan Perintah Allah dengan Maksimal Surat Al-Qadr ayat 4:
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
Arti: Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
4. Lebih Baik dari Seribu Bulan Malam ini lebih baik dari seribu bulan, maknanya bukan berarti ibadah pada malam ini sebanding dengan ibadah seribu bulan, yaitu 83 tahun 4 bulan, akan tetapi berada di malam yang penuh petunjuk dari Allah lebih baik daripada berada di seribu bulan dalam kesesatan. Seperti 'detik-detik proklamasi Indonesia', maknanya hari tersebut sangat berarti daripada hidup ratusan tahun tetapi di bawah penjajahan.
5. Malam Kesjehahteraan Pada Lailatul Qadr, para malaikat dipimpin Malaikat Jibril turun ke langit dunia dengan membawa kebaikan, rahmat, dan berkah. Malam itu disebut “Salam” (Malam kesejahteraan) karena banyak hamba Allah yang selamat dari siksaan disebabkan ketaatannya kepada Allah.
Dalam suatu keterangan dijelaskan tanda-tanda Lailatul Qadr, yakni malam yang indah, cerah, tidak panas, dan tidak juga dingin. Keesokan harinya cahaya mataharinya melemah kemerah-merahan. Kemudian, pagi harinya malam Lailatul Qadr, matahari terbit putih, tidak menyilaukan. Wallahu a'lam bish shawab.
Baca Juga: 5 Villa Murah di Puncak Bogor, Punya Fasilitas Lengkap(zhd)